Yasonna Laoly Cari Korban

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mencopot Ronny F Sompie dari jabatan Direktur Jenderal Imigrasi terkait kesalahan informasi soal catatan perjalanan tersangka kasus suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR, Harun Masiku. Padahal seharusnya yang dipersalahkan adalah Yasonna.

Koordinator ICW Adnan Topan Husodo menilai seharusnya Yasonna yang bertanggung jawab penuh soal kesalahan tersebut.

“Pencopotan ini untuk cuci tangan pihak yang paling bertanggung jawab dalam hal ini Pak Menteri (Yasonna Hamonangan Laoly). Bahwa harus ada yang dikorbankan dari skandal raibnya Harun, ya saya kira itu ada di Dirjen Imigrasi,” kata Adnan, Rabu (29/1).

Dia juga menilai pembentukan tim pencari fakta kepulangan Harun yang independen cuma akal-akalan Yasonna saja. Tujuannya hanya untuk menghindari tuduhan dirinya memiliki kepentingan dalam kasus tersebut.

“Tim investigasi itu kan akal-akalan saja. Apalagi kan kalau dikaitkan dengan kasus Harun, ini ada kaitannya dengan partainya (PDI Perjuangan). Saya kira Yasonna ingin meletakkan tanggung jawab itu ke Dirjen Imigrasi, bukan ke dirinya sendiri,” ujarnya.

Dia juga mengkritisi pernyataan Yasonna soal alasan mencopot Ronny sebagai upaya menghindari konflik kepentingan.

“Padahal yang punya konflik kepentingan itu dirinya (Yasonna). Dia dari PDI P, wewenang terkait imigrasi ada di dirinya, kasus Harun terkait PDI P. Ini konflik kepentingannya,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar menilai pencopotan Ronny semakin menguatkan dugaannya ada sesuatu yang besar di balik kasus Harun.

“Mencopot Ronny Sompie di tengah keriuhan dari hal yang gelap ini, itu menandakan bahwa persoalan ini enggak simple, dibikin susah. Ada sesuatu yang besar barang kali,” ungkapnya.

Haris menyinggung alasan Yasonna memecat Ronny.

“Taruh lah kita enggak berspekulasi soal tembok besar, tapi soal Ronny Sompie dicopot dari Dirjen menunjukkan bahwa kasus ini besar, karena penjelasan menteri bertabrakan kepentingan,” ujarnya.

“Kepentingannya siapa?” tanya Haris.

Menanggapi pencoptan tersebut, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai keputusan tersebut merupakan wewenang menteri dan tidak melanggar ketentuan.

“Kan yang menentukan dicopot atau tidak kan menterinya, menteri menilainya seperti apa. Nanti kan bisa dilihat selanjutnya itu,” ujarnya di kantor Wapres.

Ma’ruf menyebut menteri juga berwenang untuk memberikan konsekuensi jika kinerja Ronny dianggap lalai.

“Kalau memang itu dianggap lalai, tentu ada konsekusensi kelalaian itu nanti tanya pada menterinya, seberapa lalainya,” lanjut Ma’ruf.(gw/fin)

Sumber: fin.co.id

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719