Suasana aksi demonstrasi di pintu Lanud Raden Sajad, Natuna, Minggu (2/2/2020)

Warga Natuna Demo Tolak Karantina WNI dari Wuhan, Ibu-ibu Tak Berani Keluar Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 Jelang kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari kota Wuhan, Hubei, China di pulau Natuna memberikan kesan stigma negatif bagi masyarakat setempat.

Bahkan jelang 3 unit pesawat TNI AU yang mengangkat ratusan WNI mendarat, ibu-ibu masyarakat Natuna dikabarkan sembunyi di dalam rumah masing-masing.

Sementara para suami dan pemuda setempat terus melakukan aksi demonstrasi penolakan terhadap kedatangan ratusan WNI itu.

Hingga kini gelombang massa dikabarkan terus memuncak, dan memadati pintu AURI Lanud Raden Sajad, Minggu (02/02/2020) siang.

Aksi penolakan terus memanas hingga warga melakukan aksi bakar ban karet di lokasi tersebut.

“Para ibu-ibu sembunyi dan ngumpet masuk rumah masing-masing, takut terkena virus. Sebab sebentar lagi pesawat akan mendarat,” ujar seorang warga Natuna, Wifit saat dihubungi.

Berbeda halnya dilokasi aksi demonstrasi, ratusan para warga saling dorong dorongan.

“Sudah dari kemarin aksi warga, jumlah massa terus berdatangan. Bahkan aksi dorong-dorongan tak terhindarkan,” ujar seorang petugas bandara kepada Tribun.

Kata dia warga menolak kebijakan penempatan ratusan WNI yang akan di karantina di Natuna.

Polda Kepri berharap, masyarakat dapat menerima WNI yang baru saja dipulangkan ke tanah air.

“Bagaimanapun mereka saudara kita, warga Indonesia juga, jadi sudah saatnya kita saling membantu dan memberikan dukungan,”ungkap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt di Bandara Hang Nadim, Minggu (2/2/1010).

Ia menegaskan,  WNI yang dikarantina di Natuna dalam kondisi sehat.

Sebab, sebelum dievakuasi ke Batam, seluruh WNI telah diperiksa dan dinyatakan sehat.

“Kalau tidak sehat, pasti tidak diperbolehkan keluar oleh pemerintah China. Karena sehatlah, makanya diperbolehkan keluar dari China,” ucapnya.

Untuk memastikan kondisi di Natuna tetap kondusif, Polda Kepri menerjunkan 117 personel Brimob.

“Pagi tadi kami terbangkan 117 personel,”katanya.

Harry mengatakan, penolakan warga Natuna hingga saat ini hanya berupa penyampaian aspirasi saja.

Natuna, kata dia, dalam kondisi yang kondusif.

“Natuna tegang Hoaks itu. Natuna kondusif kok. Dan sejauh ini aman,” ujar Harry.

Sumber: tribunnews.com

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719