Rupiah (Shutterstock)

Virus Corona “Infeksi” Rupiah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGAN INDONESIA – Dolar AS terus menguat menginfeksi rupiah hingga berada di level Rp 16.000. Hal ini terjadi akibat paniknya pasar dengan perkembangan corona (covid-19) yang semakin luas di Indonesia.

Mata Uang Garuda sepanjang pekan lalu senasib dengan mata uang negara-negara di seluruh dunia, karena investor global tengah memburu dolar AS di tengah krisis corona yang kian memburuk.

Menurut data Revinitif, Rupiah pada Senin masih ditutup pada level psikologis 14.000 terhadap dolar AS, tepatnya pada Rp 14.977. Namun pada Jumat, posisi rupiah terlempar ke level psikologis 16.000 menjadi Rp 16.040 per dolar AS.

Di sisi lain, penguatan dolar AS terhadap rupiah juga harus membuat pemerintah waspada terhadap lonjakan nilai utang luar negeri. Khususnya utang luar negeri yang jatuh temponya kurang dari satu tahun alias jangka pendek.

“Ini pastinya banyak perusahaan swasta yang tidak melakukan hedging, sehingga jika ada selisih kurs seperti ini efeknya cukup bisa dirasakan, beban ULN nya semakin meningkat,” kata Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara kepada detikcom, Sabtu (21/3/2020).

Sejumlah perusahaan swasta juga berpotensi mengajukan restrukturisasi bunga utang atau cicilan pokok. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi default atau gagal bayar utang luar negeri swasta.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719