Viral, WA Nyasar Diduga Denny JA Minta Jatah Komisaris BUMN ke LBP

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Beredar viral di media sosial diduga pesan WA Denny JA Bos Lingkar Survei Indonesia (LSI) kepada Luhut Binsar Panjaitan (LBP) yang isinya meminta jabatan sebagai Komisaris BUMN PT Inalum. Pesan WA yang diduga berasal dari Denny JA ini salah kirim ke sebuah WAG “Tokoh Nasional”, mulai viral sejak Rabu (15/1/2020) pagi.

Hal itu bermula dari cuitan Politisi Partai Gerindra yang mengaku ikut bergabung dalam group tersebut mengungkapkan di akun twitternya. Iwan menyebut punggawa LSI itu menuntut balas jasa atas keterlibatanya di Pilpres 2019 silam.

“Nyasarnya “WA” pemilik lembaga surpay ternama kpd Menko, tanda adanya rekayasa surpay di pilpres lalu.
Pemilik surpay menuntut jabatan sebagai balas jasa menangkan pilpres. Suap kpd komisioner @KPU_RI pun tanda adanya kecurangan di pemilu lalu Iya gak sih?”
ujar akun @iwansumule86

Berikut WA nyasar yang diduga diposting oleh Denny JA yang ditujukan ke Luhut.

Komandan, Pak Luhut yang baik
Semoga tahun baru membawa berkah baru.

FOLLOW UP yang sudah kita diskusikan tempo hari. Masih adakah kemungkinan dan kabar soal kemungkinan saya menjadi komisaris di Inalum?

Sudah ada jawaban dari Erick Tohir?

Saya cepat belajar dan get things done.

Banyak yang bisa saya kerjakan di sana, untuk mengeksplor soal tambang kita, menarik investasi, termasuk mensumulasi kepala daerah wilayah tambang, yg banyak juga sudah saya menangkan selama di LSI.

Komandan dapat meyakinkan Erick Tohir atau Jokowi, saya bisa membantu komandan soal investasi soal tambang, di posisi komisaris. Terbukti pula saya sudah berhasil membantu komandan ikut memenangkan Jokowi dua kali: 2014; 2019.

Sangat ditunggu arahan pak Luhut berikutnya

Denny JA
Di grup Tokoh Nasional
Jam 07:08 wib, 14/1/2020″

Viral, WA Nyasar Diduga Denny JA Minta Jatah Komisaris BUMN ke LBP 2

Pesan WA yang diduga Denny JA yang nyasar ini pun juga mendapat tanggapan dari anggota WAG jurnalis Asyari Usman.

“Untuk Pak Denny JA, Kok Dihapus Postingan Tentang Komisaris Inalum, Ini saya baru selesai tulis komentarnya. Hari itu, saya pikir, anda dilantik menjadi menteri Jokowi, bukankah jasa anda sudah bergunung-gunung dalam memenangkan presiden yang telah sukses menghancurkan indonesia ini? jasa yang besar kok cuma minta job komisaris inalum” ungkap Asyari Usma dalam Chat tersebut yang tergabung dalam Grup Whatsapp Tokoh Nasional” tulis wartawan senior itu menanggapi dugaan postingan nyasar begawan konsultan politik itu.

Denny JA pun memberi klarifikasi terkait isu ini dalam bentuk cerpen.

KETIKA GOSIP KOMISARIS BUMN PUN DIJADIKAN ISU

Klarifikasi Denny JA Dalam Bentuk Cerpen

Pastilah sebagian masyarakat ini kehilangan isu besar. Gosip pun dijadikan isu. Tanpa cek and rechek lagi, gosip itu diforward kemana- mana. Dan viral pula.

Itulah responnya yang pertama ketika membaca teks di WA. Dengan senyum, sambil menyerumput kopi, ia baca sekali lagi pesan beruntun di ponselnya.

Diberitakan, WAnya ke salah satu mentri bocor. Ia menawarkan diri menjadi komisaris salah satu BUMN. Entah apa yang salah? Atau apa yang penting dari soal itu hingga dijadikan isu yang viral?

Dalam hidupnya sebagai aktivis, tak sekali ia menerima gosip itu. Sebelumnya di era Pilpres 2019, ia dikabarkan menerima uang dari Jokowi sebesar 45 Milyar rupiah untuk memenangkan Jokowi mengalahkan Prabowo.

Waktu itu, Ia santai saja menjawab. Itu fitnah karena angka 45 Milyar kok kecil sekali. Padahal saya TIDAK sedang banting harga.

Sebagai konsultan politik yang ikut memenangkan presiden tiga kali berturut- turut (kini empat kali), apa Iya saya dibayar hanya 45 milyar? Celotehan santai darinya saat itu terasa pas. Agaknya lebih efektif merespon gosip politik dengan celotehan saja.

Apa daya. Ia tumbuh sebagai aktivis. Berdebat di publik menjadi nafasnya. Berdebat dengan data, angka dan hasil riset memang hobinya. Tapi berceloteh pun oke juga.

Sejak lama, Ia memang rindu. Ia berharap ruang publik lebih diisi oleh debat gagasan. Ia ingin para elit heboh oleh inovasi. Ia angankan kembali datang era berpolitik gaya Founding Fathers yang pejuang tapi juga pemikir.

Tapi yang marak dan heboh di ruang publik, acapkali hanya soal skandal tokoh, gosip dan hoax. Apa daya.

2 dari 2 halaman
Ia teringat teks WA yang Ia terima semalam. Isi WA itu gosip tentang dirinya. Ia digambarkan seolah berkomunikasi dengan seorang menteri untuk jabatan komisaris BUMN.

Ia forward gosip itu ke beberapa, hanya untuk info. Ternyata, itu malah diforward beberapa kali oleh mereka yang senang bergosip ke aneka grup. Tanpa ada check and rechek dan mengelaborasi konteksnya dulu.

Di era media sosial, apapun mudah menjadi isu. Apalagi jika masyarakat yang kehilangan isu besar. Gosip pun menjadi isu. Lebih sensasional lebih asyik. Tak penting benar atau salah.

Ia teringat lirik lagu Michael Jackson: Beat it! beat it! No matter who is wrong or right. Just beat it!

-000-

Apa yang salah dengan seseorang yang ingin berperan ikut memajukan negaranya dengan mengajukan diri menjadi komisaris BUMN? Bukankah itu memang jabatan terbuka yang bisa diisi siapa saja yg kompeten?

Apa yang salah orang yang mengajukan diri menjadi rektor, menjadi menteri, menjadi direktur TV, menjadi bintang sinetron?

Bukankah tak ada pelanggaran hukum di sana? Tak ada skandal di sana? Bukankah semua orang pada dasarnya bagus bagus saja melakukan lobi, meyakinkan aneka pihak? Kok masalah itu saja bisa dijadikan isu dan viral?

-000-

Ia kembali minum itu kopi. Dinyalakannya Smart TV, dan masuk ke Neflix. Kembali ia lanjutkan serial docu drama tentang kisah para genius mengubah peradaban.

Kisah tentang Bill Gates, Pulitzer, Thomas Alfa Edison. Kadang mereka sedikit berkotor tangan, melobi sana dan sini untuk realisasi gagasan.

Perlukah Ia klarifikasi isu soal dirinya mengajukan diri sebagai komisaris BUMN itu? Baiklah, ujarnya. Klatifikasi saja dalam bentuk cerpen.

Dan jadilah cerpen ini.

15 Jan 2020

Berita ini diperbarui dengan tambahan jawaban konfirmasi dari Denny JA pada Rabu, 15 januari 2020, pukul 19.00 WITA.

Sumber; sulawesi24.com

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719