Foto: Jiwasraya (CNBC Indonesia/Ranny Virginia Utami)

Update Skandal Jiwasraya, Kejagung Geledah Hanson & Trimegah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus memperdalam kasus dugaan korupsi yang terjadi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan melakukan penggeledahan 13 perusahaan termasuk 11 manajer investasi.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung M. Adi Toegarisman mengatakan dua perusahaan yang diperiksa adalah PT Hanson International Tbk. (MYRX) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM).

“Jadi dari beberapa perusahaan yang kita geledah ada 13, 11 diantaranya adalah management investasi. Hari ini kita geledah Hanson. Terus ada satu lagi ada perusahaan … Trimegah Sekuritas,” kata Adi di Kejagung, Rabu (8/1/2020).

Adapun direktur utama dari kedua perusahaan ini, Benny Tjokrosaputro dan Stefanus Turangan, sebelumnya juga telah memenuhi panggilan dari Kejagung untuk dimintai keterangannya.

Perusahaan manajer investasi yang juga telah diperiksa sejak pekan lalu antara lain PT Pool Advista Asset Management, PT Corfina Capital, PT Millenium Capital Management dan PT Jasa Capital Asset Management.

Menurut dia, penggeledahan masih akan terus dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan kasus dugaan korupsi ini.

“[Hasil temuannya] Dokumen-dokumen, perangkat kayak komputer. Ya itu untuk membuktikan,” imbuhnya.

Hingga hari ini Kejagung sudah melakukan pemeriksaan atas 21 saksi yang dikumpulkan hasil pemeriksaannya untuk merumuskan peristiwa dugaan kasus korupsi di perusahaan asuransi pelat merah ini.

“Jadi begini itu kan awal perkara ada di Kejati [Kejaksaan Tinggi], di Kejati itu sudah menangani perkara ada 98 saksi. Kan ini perkara ada di beberapa wilayah, cukup besar kemudian persoalan juga berkembang. Ya disini nyambung dari keterangan saksi sebelumnya,” terang dia.

Tak hanya memeriksa perusahaan yang diduga tersangkut kasus ini, Kejagung juga menyebutkan memeriksa setidaknya 5.000 transaksi.

Sebelumnya, Jaksa Agung Burhanuddin telah menyebutkan bahwa 5.000 transaksi investasi tersebut di antaranya transaksi investasi reksadana, saham, dan pengalihan pendapatan.

“5.000 transaksi yang dilakukan, itu yang dilakukan ada data di BPK. 5.000 transaksi investasi. 2009-2018,” jelas Burhanuddin saat melakukan konferensi pers di kantor BPK Pusat di Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

sumber; cnbcindonesia.com

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719