akbar/tribunbarru.com Manajemen PT Conch tetap saja membangun pabrik semen dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) untuk PT Conch sendiri di Kabupaten Barru.

Tolak Semen China di Barru, Tiga LSM Bersurat ke Nurdin Abdullah: Mematikan Petani

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan didesak untuk tidak berkerjasama dengan PT Conch Cement atau akrab disebut Semen China.

Dengan mengeluarkan izin amdal untuk pembangunan pabrik, pelabuhan dan power house, oleh perusahaan asing tersebut.

Penolakan hadirnya pabrik Semen China ini karena dianggap menjadi ancaman keberlangsungan kehidupan masyarakat Barru.

Tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Masyarakat Barru pun melayangkan surat (penolakan) kepada Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah.

Tiga lembaga itu diantaranya, LSM Harimau Indonesia Bersayap (HIB), Jurnal, dan Asosiasi Pengusaha Nelayan Indonesia.

Ketua LSM HIB, Samid Zainuddin mengatakan pihaknya menolak jika PT Conch Cement melakukan operasi sebelum ada legalitasnya.

Selain itu, kehadiran perusahaan asing ini memilih melakukan aktivitas di ibukota Kabupaten Barru yang tidak sepaham dengan prinsip tata kota dan aturan Pemkab Barru.

Cemen Conch juga melakukan pengembangan dibeberapa titik yang lahannya merupakan area persawahan

“SKLH-nya juga sudah dicabut sehingga sangat tidak logis jika mengajukan amdal kembali,” ujar Samid, Senin (27/1/2020).

Dengan demikian, Samid menaruh harapan besar ke Gubernur Sulsel untuk menetapkan pabrik semen di Sulsel hanya ada di Maros dan Pangkep saja.

Sementara itu, Ketua Jurnal, Arianto mengatakan bahwa jika semen cina ini masuk di Barru juga akan mematikan penghidupan para petani.

Pasalnya areal sawah yang ada di pinggir kota tentu akan mendapatkan imbas dari pembangunan pabrik ini.

“Tentu ini sangat menganggu produksi dan produktivitas para petani Barru,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Pengusaha Nelayan, Abdul Samad mengatakan terkait dengan aktivitas sosialisasi semen conch itu merugikan nelayan.

“Kami menolak keras keberadaan semen conch,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelabuhan yang akan dibangun oleh PT Conch Semen ini akan memberikan dampak buruk bagi ekosistem laut, sehingga dapat memicu terjadinya pencemaran diperairan Barru.

Terkait dengan adanya penolakan dari warga Barru melalui LSM, ini segera disampaikan ke Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah.

Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup Sulsel, Andi Sarrafah mengatakan pihaknya juga tidak sertamerta mengeluarkan izin amdal jika belum memenuhi syarat.

“Ya panjang prosesnya lah. Sementara itu, izin juga bukan di ajukan ke kami, tapi di Dinas PTSP atau perizinan, kami hanya melakukan kajian untuk diberikan rekomendasi,” ujar Sarrafa ditemui Tribun di Kantor DLH Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar.

Sumber: tribunnews.com

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719