Foto : ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Terungkap, Penyidik Kasus PAW PDIP Dipecat Sepihak oleh Pimpinan KPK

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (tengah) didampingi Penasihat Yudhi (kanan) dan Kordinator Bidang Humas Wadah Pegawai KPK Putri (kiri) memberikan pernyataan sikap mereka atas aksi teror terhadap dua pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta.

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menyayangkan keputusan sepihak pimpinan KPK yang mengembalikan Kompol Rosa Purbo Bekti ke instansi asalnya yakni Polri. Rosa merupakan salah satu penyidik kasus suap pengurusan PAW anggota DPR dari PDIP.

WP KPK menyebut pengembalian itu dilakukan secara sepihak karena buktinya Rosa tak pernah menerima surat pemberhentian sebagai penyidik KPK.

“Mas Rosa tidak pernah menerima surat pemberhentian dari KPK ataupun diantarkan pihak KPK ke Mabes Polri untuk dikembalikan,” kata Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Februari 2020.

Yudi mengaku WP KPK sudah menginformasikan langsung kepada Rosa soal surat pemberhentian ini. Menurut Yudi, saat ini Rosa masih ingin kerja di KPK.

“Bahwa Mas Rosa masih ingin bekerja sebagai penyidik KPK, apalagi sudah ada pernyataan dari Mabes Polri menyatakan bahwa Mas Rosa tidak ditarik karena masa tugasnya masih sampai September 2020,” ujarnya.

Yudi mengatakan seharusnya pimpinan KPK tak sewenang-wenang mengembalikan penyidiknya yak tak melakukan pelanggaran. Ihwal Rosa, tegas Yudi, KPK seharusnya memberi penghargaan atas kinerjanya.

“Kami menyayangkan pengembalian sepihak dan tiba-tiba ini karena seharusnya Mas Rosa diberikan penghargaan atas prestasinya mengungkap kasus korupsi, seperti OTT KPU kemarin. Sehingga pengembalian ini seharusnya dibatalkan karena Mabes Polri pun tidak masalah Kompol Rosa tetap bekerja di KPK,” ujar Yudi.

Di samping itu, seharusnya Rosa masih mendapat gaji atas kerjanya. Bukan justru membuatnya jadi terkatung-katung seperti sekarang.

“Karena gaji Mas Rosa di KPK bulan Februari 2020 tidak dibayarkan sehingga tidak bisa untuk menafkahi keluarga, kami sudah menyampaikan kepada Mas Rosa, pegawai KPK siap urunan membantu untuk biaya sekolah anak, biaya berobat, transportasi, dan biaya lainnya yang mendesak,” kata Yudi.

Sebelumnya, Polri dan KPK memberi keterangan yang bertolak belakang tentang status Kompol Rosa. Polri menyebut Kompol Rosa tidak ditarik karena masa tugasnya di KPK baru berakhir September 2020. Sementara Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Rosa sudah dihadapkan (dikembalikan) ke Polri sejak Januari.

“Rosa sudah diberhentikan dari penyidik KPK bersama Saudara Indra sesuai dengan surat keputusan komisi terhitung mulai tanggal 1 Februari 2020 dan sudah dihadapkan ke Mabes Polri pada tanggal 24 Januari 2020. Penghadapan kedua penyidik KPK ke Polri, sama dengan proses pengembalian 2 jaksa PNYD (pegawai negeri yang dipekerjakan) ke Kejaksaan RI,” kata Firli, kepada awak media, Selasa, 4 Februari 2020.

Kini, Rosa menjadi tidak jelas statusnya. Dia tak ditarik ke Polri, namun tak jua bisa mengakses masuk ke ruang kerjanya di KPK. (Sumber: vivanews.com)

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719