Permintaan cicak kering terus meningkat. Foto via merdeka.com

Terobos Hingga ke Pasar China, Bisnis Cicak Kering di Cirebon Ini Omzetnya Mengerikan!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Di China, cicak dijadikan sebagai obat tradisional

JARINGAN INDONESIA – Bagi kebanyakan orang, cicak adalah hewan yang sangat menjijikkan. Bahkan ada yang takut dan geli jika melihat hewan berkaki empat ini. tapi, tahukah kamu bahwa hewan reptil yang merayap di dinding ini adalah komoditas dagang yang menjanjikan. Bahkan komoditas cicak bisa menembus pasar ekspor ke China.

Peluang dari bisnis penjualan cicak ini dimanfaatkan oleh Ita Purwita. Seorang wanita berumur 23 tahun asal Cirebon, Jawa Barat yang sudah cukup lama berbinis cicak. Namun cicak yang dijual sudah mati dan dalam keadaan kering.

Melansir dari Liputan6, bisnis cicak kering yang dijalaninya ternyata adalah usaha turun temurun. Sang ibu sudah memulai bisnis ini sejak 16 tahun lalu. Kemudian Ita melanjutkan dan mengembangkan usaha milik orang tuanya tersebut.

“Awalnya dari usahanya ibu, sudah 16 tahunan. Saya baru merintis sekitar setengah tahun. Awalnya ada permintaan. Dikirim ke Surabaya,” ujar Ita saat diwawancarai media Liputan6 di Jakarta, Sabtu (6/4/2019) silam.

Terobos Hingga ke Pasar China, Bisnis Cicak Kering di Cirebon Ini Omzetnya Mengerikan! 2

Dianggap sebagai hewan yang menjijikkan, ternyata cicak mempunyai nilai jual cukup tinggi. Foto via liputan6.com

Menurut Ita, cicak menjadi bahan baku obat, khususnya ramuan obat di China. Tak heran jika selama ini permintaan dari Negeri Tirai Bambu tersebut sangat tinggi.

‎”Biasanya untuk obat. Itu diambil semua bagian tubuh cicak, seperti langsung digiling. Permintaan dari China. Biasa kirimnya per bulan sebanyak 1 kwintal. Harganya per kg itu Rp 250 ribu,” kata dia.

Ita mengaku mendapatkan stok cicak dari wilayah Cirebon dan sekitar Jawa Tengah. Sebelum dijual, cicak yang ia dapat dari para pengepul harus melewati sejumlah proses.

“Dapatnya dari wilayah Cirebon, kemudian Jawa Tengah. Itu ada pengepulnya. ‎Masih hidup kemudian kita keringkan. Kita rendam pakai sabun, nanti lama-lama mati sendiri, kemudian kita oven malam hari, paginya jemur di matahari biar lebih kering. Kemudian baru dijual,” jelas dia.

Dari bisnis ini, Ita bisa mengantongi omzet hingga Rp 5 juta per bulan. Ita memiliki impian usaha yang dijalankannya terus berkembang. Harapannya suatu saat bisa menjual cicaknya ke lebih banyak negara.

“Pendapatan kurang lebih Rp 5 jutaan per bulan. Harapannya semoga bisa terus berkembang,” tandas dia. [cakap]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719