Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.(AFP/STR/CHINA OUT) - AFP/STR/CHINA OUT

TANDA Virus Corona Makin Merajalela? Update 26 Maret 2020 Lonjakan Kasus Positif Baru Tak Terbendung

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGAN INDONESIA – Virus Corona Makin Tak Terbendung? Update 26 Maret 2020: Ngerinya Lihat Lonjakan Kasus Positif Baru.

Makin merajalela tingkat persebaran penularan virus corona atau Covid-19, terbukti lonjakan peningkatan kasus baru per harinya.

Meski tingkat kesembuhannya jauh lebih tinggi dibanding angka kematian, namun yang mencemaskan lonjakan kasus-kasus baru positif corona juga melesat tak terbendung.

Berdasarkan data dari Worldometers pada Kamis (26/3/2020) pagi, terdapat total 462.781 kasus pasien COVID-19.

Dari total kasus tersebut, tercatat 20.896 jiwa meninggal dunia dan 113.802 sembuh.

Sebelumnya, pada Selasa (24/3/2020) malam, total kasus ada sekitar 384 ribu pasien.

Dari data global itu, WHO memperingatkan bahwa pandemi corona telah meningkat pesat.

Diperlukan waktu 67 hari sejak kasus pertama dilaporkan untuk mencapai angka 100 ribu kasus, dan 11 hari untuk menyentuh angka 200 ribu.

Kemudian, diperlukan empat hari saja untuk mencapai angka 300 ribu.

Terbaru, hanya dalam tiga hari, total kasus mencapai 400 ribu.

Lonjakan Kasus Terbanyak dalam Sehari di Amerika Serikat

Lonjakan kasus positif corona terbanyak dalam sehari disandang oleh Amerika Serikat.

Tercatat ada 9.909 kasus baru di Negeri Paman Sam, bahkan sehari sebelumnya, jumlah kasus dalam sehari mencapai 11.075.

Selain Amerika Serikat, ada sejumlah negara lain yang total kasusnya dalam sehari mencapai ribuan.

Ada Spanyol dengan penambahan kasus sebanyak 5.553, Italia sebanyak 5.210, Jerman sebanyak 4.332, Iran sebanyak 2.206, Prancis sebanyak 2.929, dan Swiss sebanyak 1020.

Sebelumnya, Selasa (24/3/2020), ketambahan Inggris dengan kasus per hari mencapai 1.427 pasien.

Sementara itu, tingkat kematian akibat COVID-19 terbanyak ada di Italia, dengan jumlah 683 jiwa per Kamis (26/3/2020) pagi.

Selain Italia, diikuti Spanyol sebanyak 454 jiwa, dan prancis sebanyak 231 jiwa.

Total Angka Kesembuhan Secara Global

Tidak hanya berita duka saja, total angka kesembuhan pasien COVID pun juga lambat laun naik.

China, sebagai negara asal pandemi telah mencatat total 73.650 pasien sembuh.

Angka itu juga menunjukkan tingkat kesembuhan terbanyak di dunia.

Disusul Iran dengan total 9.625, Italia 9.362, dan Spanyol 5.367 orang sembuh.

Berikut ini lonjakan kasus vs kesembuhan 10 negara dengan kasus positif corona terbanyak di dunia berdasarkan data Worldometers Kamis (26/3/2020).

1. China: total kasus 81.218 (+47), total meninggal 3.281 (+4), sembuh 73,650.

2. Italia: total kasus 74.386 (+5.210), total meninggal 7.503 (+683), sembuh 9.362.

3. Amerika Serikat: total kasus 64.765 (+9.909), total meninggal 910 (+130), sembuh 393.

4. Spanyol: total kasus 47.611 (+5.553), meninggal 3.445 (+454), sembuh 5.367.

5. Jerman: total kasus 37.323 (+4.332), meninggal 206 (+47), sembuh 3.547.

6. Iran: total kasus 27.017 (+2.206), meninggal 2.077 (+143), sembuh 9.625.

7. Prancis: total kasus 25.233 (+2.929), meninggal 1.331 (+231), sembuh 3.900.

8. Swiss: total kasus 10.897 (+1.020), meninggal 153 (+31), sembuh 131.

9. Korea Selatan: total kasus 9.137 (+100), meninggal 126 (+6), sembuh 3.730.

10. Inggris: total kasus 8.264 (+187), meninggal 435 (+13), sembuh 135.

Data Tambahan dan Total Kasus di Indonesia

Indonesia sendiri berada di urutan ke-37 dari total kasus terbanyak.

Per Rabu (25/3/2020) malam, tambahan kasus di Indonesia mencapai 104 pasien.

Dengan demikian, total kasus di Indonesia tercatat 790 pasien, dengan total meninggal 58 dan 31 orang dinyatakan sembuh.

Kabar Baik dari China

Dilansir dari Gridhealth.id, beberapa waktu lalu seorang ahli mengatakan bahwa wabah virus Corona di China bisa berakhir pada bulan Juni ini.

Pasalnya, hingga kini wabah virus Corona sudah melewati masa puncaknya dan kasus virus Corona di Hubei, tempat virus tersebut pertama kali muncul semakin menurun.

“Secara umum, puncak epidemi telah berlalu untuk China,” kata Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional.

“Peningkatan kasus baru sedang menurun,” lanjutnya.

Di sisi lain penasihat medis senior pemerintah China, Zhong Nanshan mengatakan bahwa selama negara-negara menanggapi wabah dengan serius.

Dan kini mereka siap untuk mengambil tindakan tegas, itu bisa meluas ke seluruh dunia dalam hitungan bulan.

Oleh karenanya, ahli China tersebut mengungkap rahasia agar virus Corona ini bisa hilang tak tersisa pada bulan Juni.

“Saran saya menyerukan semua negara untuk mengikuti instruksi WHO dan melakukan intervensi pada skala nasional,” katanya.

“Jika semua negara bisa dimobilisasi, virus Corona bisa berakhir pada Juni.”

Zhong, seorang ahli epidemiologi berusia 83 tahun yang terkenal karena membantu memerangi wabah SARS pada 2003 itu, mengatakan virus dalam keluarga yang sama biasanya menjadi kurang aktif di bulan-bulan hangat, yang dapat membantu memperlambat penyebaran.

Dengan pelambatan yang ditandai dari penyebaran virus di China, banyak aktivitas yang mulai kembali dijalankan dengan hati-hati. (TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719