Ilustrasi Foto/NET

Sulawesi Selatan Segera Miliki Drone Pendeteksi Suhu Tubuh dari Udara

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGAN INDONESIA – Kasus COVID-19 di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dari laporan setiap hari yang disampaikan oleh pemerintah. Bahkan, virus corona itu sudah menyebar ke 29 provinsi di Indonesia sejauh ini, salah satunya adalah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sulsel mencatatkan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di luar Pulau Jawa hingga saat ini dengan total kasus Pasien positif di Sulsel kini 48 orang, 35 dari Makassar dan 4 meninggal.

Jumlah pasien positif Virus Corona di Sulsel per hari Senin (30/3/20) menjadi 48 orang. Demikian data dilansir laman covid19.sulselprov.go.id yang diperbarui (di-update) pada pukul 10:57 Wita.

Namun, di laman Kawal Covi19 kawalcovid19.id, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel masih 47 orang, sesuai data yang dikutip pada pukul 10:58Wita.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Sulawesi Selatan, Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka, menyampaikan bahwa Sulsel sudah memesan drone pendeteksi suhu tubuh.

Hal tersebut disampaikan pada Rapat Koordinasi penanganan COVID-19 yang dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Balai Jenderal M Yusuf di Makassar, Sabtu, 28 Maret 2020.

“Nanti hari Senin kita akan dilengkapi satu alat yang ditempatkan pada unit pencegahan,” katanya, mengutip laporan Antara.

“Drone ini dilengkapi dengan alat deteksi dini, dan dapat melihat suhu tubuh dari udara, sehingga masyarakat dapat terpantau,” sambungnya.

Seperti diketahui, mulai hari Sabtu, 28 Maret 2020, secara resmi struktural organisasi pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 diserahkan kepada pihak Pangdam XIV Hasanuddin.

Bersamaan dengan itu, Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga dipindahkan, dari Baruga Karaeng Pattingalloang Rumah Jabatan Gubernur Sulsel ke Balai Jenderal M Yusuf, Jalan Sudirman Makassar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman pada Rapat Koordinasi perdana tersebut mengemukakan dibutuhkan laporan harian dan mingguan dari kabupaten/kota setempat, agar ada progres informasi yang menjadi pegangan tim.

“Laporan tersebut berisi tentang kondisi perkembangan penanganan kasus COVID-19 yang ada di tiap kabupaten/kota, serta data yang detail soal kebutuhan tim dan tenaga medis,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, diperlukan pemetaan wilayah di seluruh kabupaten/kota, sehingga Sulsel punya peta besar penyebaran Virus COVID-19. (Aaliyah)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719