Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati. [Foto: Instagram @smindrawati]

Sri Mulyani: Jumlah Pasien COVID-19 di Indonesia Bakal Capai 95 Ribu pada Akhir Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Setidaknya, pemerintah harus berupaya memperlambat penyebaran COVID-19.

JARINGAN INDONESIA – Kasus COVID-19 yang telah menyebar ke lebih dari 200 negara, menginfeksi jutaan orang, dan merenggut puluhan ribu nyawa  di seluruh dunia ini masih belum menunjukkan tanda perlambatan sejauh ini, termasuk di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia diprediksi mencapai 95 ribu orang pada akhir Mei 2020. 

Angka tersebut merupakan hasil perhitungan Badan Inteligen Negara (BIN) dan beberapa universitas. BIN, Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkirakan jumlah kasus positif virus corona di Tanah Air berdasarkan pola penyebarannya.

View this post on Instagram

Di tengah kewaspadaan dan kehati-hatian akibat meluasnya wabah Corona (Covid 19), saya bersama Gubernur BI, Ketua DK OJK dan Ketua DK LPS melakukan rapat kerja virtual dengan Komisi XI DPR RI untuk membahas langkah-langkah penanganan Covid 19 dan dampaknya terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan. 207 negara terjangkit Covid19, sehingga prioritas utama saat ini adalah menangani tantangan kesehatan dan penyelamatan masyarakat. Kebijakan Keuangan Negara (APBN dan instrumen fiskal lainnya) bersama kebijakan moneter dan regulasi sektor keuangan serta penjaminan perbankan dirancang untuk merespons dinamika tantangan tersebut – termasuk penerbitan Perppu 01/2020. Kewenangan yang diberikan oleh Perppu 01/2020 harus digunakan untuk kepentingan penyelamatan masyarakat dan perekonomian Indonesian dan dijalankan dengan tata kelola yang baik, transparan dan akuntabel. Instruksi Presiden sangat jelas agar kami terus menyiapkan segala amunisi seperti tambahan belanja untuk dana kesehatan, jaring pengaman sosial, serta dukungan terhadap dunia usaha. Langkah Pemerintah dalam penanganan ancaman Covid 19 ini harus benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas, khususnya masyarakat kecil. Saya sangat menghargai dukungan Komisi XI DPR RI kepada Menteri Keuangan untuk dapat menggunakan kewenangannya termasuk melalui instrumen keuangan negara, yang harus dilaksanakan secara efektif, prudent, transparan dan akuntabel dalam menghadapi tantangan Covid 19 yang luar biasa kompleks. 6 April 2020

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on

“Puncak penyebaran diperkirakan akhir Mei, dengan jumlah estimasi terpapar 95 ribu,” kata Sri Mulyani saat rapat kerja virtual bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Senin, 6 April 2020, KataData melaporkan.

Mantan Direktur Bank Dunia itu menilai, perlu ada langkah strategis guna mengantisipasi penularan COVID-19 menyentuh level puncak. Walaupun, ia mengakui pandemi COVID-19 sulit untuk dihilangkan.

Setidaknya, pemerintah harus berupaya memperlambat penyebaran COVID-19. 

“Dalam literatur virus corona membuat kurva lebih landai. Meningkat pasti, tapi tidak secara kecepatan atau luas penyebaran,” ujarnya. 

Data kasus COVID-19 di Indonesia per Selasa, 7 April 2020

Kasus positif terinfeksi COVID-19 bertambah 247, sehingga total menjadi 2.738 orang per hari ini, 7 April 2020. 

Dari jumlah tambahan kasus positif COVID-19 tersebut, tambahan kasus paling banyak berasal dari Jakarta dan Jawa Barat. 

Di ibu kota negara, tambahan kasus mencapai 135 sehingga totalnya 1.369 orang. Sedangkan di Jawa Barat, ada tambahan 80 kasus positif corona, sehingga total kasus positif COVID-19 di Jabar mencapai 343 orang. 

Posisi ketiga ditempati oleh Sulawesi Selatan, dengan tambahan 15 kasus positif COVID-19, sehingga totalnya 127 orang. Lalu, ada tambahan tujuh kasus baru di Banten, dengan total 194 orang.

Kemudian, penambahan lima kasus di Jawa Timur. Maka, total kasus di provinsi ini mencapai 194 orang.

Berikutnya, tambahan tiga kasus di Sulawesi Utara sehingga totalnya delapan orang. Sedangkan di Yogyakarta dan Jawa Tengah ada tambahan masing-masing satu kasus. Maka, total kasus positif COVID-19 di kedua provinsi ini mencapai 41 dan 133 orang. 

Total pasien COVID-19 meninggal sebanyak 221 orang dan 204 orang dinyatakan sembuh per Selasa, 7 April 2020. (cakapcakap.com)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719