Sekprov Sulsel Harap Tenaga Pendidik Siap Jalankan Konsep Metode Merdeka Belajar Menteri Nadiem Makarim

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR, JARINGAN INDONESIA — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani menjadi narasumber Education Gathering mengenai konsep dan metode Merdeka Belajar kepada Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Sulawesi Selatan di Aula Gedung Graha Duta Nusa Kampus STIE Makassar Maju, Sabtu, (7/3/20).

Didampingi Anggota DPR RI Komisi VII Andi Yuliani Paris, Abdul Hayat menjelaskan konsep pendidikan Merdeka Belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

“Merdeka belajar adalah sebuh konsep dan metode yang menekankan kebebasan dalam berkreasi, improvisasi dan berinovasi tenaga pendidik dalam menggali potensi diri yang dimiliki sisiwa. Titik tekannya ada pada tiga potensi kecerdasan manusia, yakni kecerdasan emosional, intelektual dan spiritual,” jelas Abdul Hayat.

Untuk itu, Abdul Hayat menekankan perlunya antisipasi pengembangan individu yang kuat oleh setiap tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan kebijakan ini.

“Perlu antisipasi pengembangan individu yang kuat (oleh tenaga pendidik) agar mampu beradaptasi dengan kabijakan ini,” terang Hayat.

Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Basri menyebutkan metode Merdeka Belajar sangat menguntungkan sekaligus menjadi tantangan tersendiri untuk tenaga pengajar karena adanya kebebasan dalam menentukan metode belajar sesuai potensi yang dimiliki oleh masing-masing sekolah.

“(Merdeka Belajar) memberi ruang kepada sekolah untuk berkreasi dan berinovasi sesuai potensi sekolahnya, bahkan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bisa dirancang oleh kepala sekolah dan guru,” terang Basri.

“Yang diutamakanna adalah guru berinovasi dan berkreasi agar di kelas pembelajaran menyenangkan,” sambungnya.

Lebih lanjut metode Merdeka Belajar juga akan mengganti ujian nasional menjadi Assessment Kompetensi serta adanya survey karakter bagi para siswa untuk lebih mengenal individu para peserta didik yang nantinya akan disesuaikan dengan metode pembelajaran di kelas. Artinya, lanjut Basri, titik tekan metode Merdeka belajar melalui pendekatan secara individu kepada sisiwa.

“Intinya guru tidak boleh memaksakan keinginanya pada personality siswa. Untuk dipastikan anak mampu efektif dalam psikotes saat pengenalan sekolah,” tutupnya. (Zch)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719