Foto: Khaled DESOUKI / AFP/Sadio Mane: Anak Imam Masjid, Rajin Sholat Jadi Pemain Terbaik Afrika 2019

Sadio Mane: Anak Imam Masjid, Rajin Sholat, Jadi Pemain Terbaik Afrika 2019

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Sadio Mane berhasil terpilih menjadi pemain terbaik Afrika 2019 mengalahkan rekan setimnya Mohamed Salah yang berasal dari Mesir. Pemain Liverpool tersebut juga mengalahkan nominasi lainnya Riyadh Mahrez dari Algeria yang bermain untuk Manchester City.

Sadio Mane menjadi pembicaraan atas ketajamannya di atas lapangan dan gaya hidupnya yang penuh kesederhanaan. Sadio Mane, yang berkewarganegaraan Senegal, juga dikenal sebagai pemeluk Islam yang taat. Sangat sering dia tertangkap kamera sujud syukur usai mencetak gol, meraih kemenangan, dan berdoa menjelang kickoff.

Sejak datang ke Anfield pada 2016 lalu, Sadio Mane langsung menjadi idola fan Liverpool. Kerendahan hatinya juga membuat penggemar sepakbola pada umumnya mengidolai dia. Dikutip dari berbagai sumber, berikut 10 fakta lain dari Sadio Mane

1. Anak imam masjid

Dikutip dari situs footTheBall, Sadio Mane adalah anak dari seorang imam masjid di desa tempatnya berasal. Lahir dan besar di keluarga muslim, Mane menerima pendidikan agama yang baik dari orangtuanya. Pendidikan tersebut tak hanya praktik ibadah tapi juga pembangunan karakter, sehingga tak gelap mata pada popularitas dan kekayaan materi

2. Berasal dari keluarga sederhana

Sadio Mane lahir di desa Bambali yang terletak jauh di Senegal selatan dari keluarga yang sangat sederhana. Dikutip dari Sporty Tell, keluarga Sadio Mane tidak sanggup menanggung biaya melanjutkan sekolah. Sadio Mane selanjutnya banyak menghabiskan waktu bermain bola bersama teman-temannya di jalanan atau lapangan desa yang berdebu, mulai matahari terbit hingga tenggelam.

3. Awalnya ditentang orangtua

Keinginan Sadio Mane belajar sepakbola sempat mendapat tantangan orang tuanya. Namun orangtua Sadio Mane akhirnya mengalah setelah anaknya tidak mau mengikuti rencana yang telah disiapkan. Orang tua Sadio Mane mengumpulkan uang dari hasil pertanian sehingga dia bisa belajar di Generation Foot, sebuah akademi sepakbola di Dakar, Senegal.

4. Rajin sholat dan tidak minum alkohol

Kabar Sadio Mane yang makin terkenal ternyata tak membuat pemain Liverpool bernomor punggung 10 tersebut sombong. Dia berniat memberi rumah dan penghidupan yang lebih baik pada keluarganya. Menurut Sadio Mana, orang tuanya berperan penting hingga dia punya karakter seperti sekarang.

“Saya tidak akan menyentuh alkohol. Agama sangat penting dan saya menghormati berbagai aturan dalam Islam, termasuk soal ibadah. Saya selalu holat lima kali sehari. Orang tua sangat bangga dengan karir saya sebagai pemain sepakbola profesional. Selain pada orang tua, saya juga ingin memberi sesuatu pada Senegal dan desa Bambali,” kata Sadio Mane.

5. Pilih membersihkan WC masjid

Sadio Mane memilih membersihkan WC saat merayakan kemenangan Liverpool atas Leicester. Video Sadio Mane yang diupload lewat Twitter mematahkan anggapan pemain liga utama Inggris selalu hidup mewah. Sadio Mane membersihkan WC Masjid Al-Rahma yang terletak di wilayah Toxteth,Liverpool.

“Dia sering datang ke masjid namun tidak menggunakan mobil mewah karena tak ingin dikenali. Sadio Mane tidak mencari popularitas dan bukan sosok yang sombong. Dia bahkan tak ingin videonya sedang membersihkan WC tersebar luas,” kata Imam Masjid Al-Rahma Abu Usamah Al-Tahabi.

6. Siapa istrinya?

Dalam situs Liverpool FC, Sadio Mane status hingga kini belum mencantumkan keterangan nama istri dan anak. Bisa jadi keluarga Sadio Mane istri dan keluarganya tak ingin mengungkapkan identitas ke publik. Namun dengan informasi ini, penggemar Sadio Mane boleh saja berlega hati karena pemain idolanya masih jomblo.

7. Nilai transfer

Nilai transfer Sadio Mane dari Southampton ke Liverpool dinilai menjadi salah satu yang paling mahal untuk pemain yang berasal dari Afrika Barat. Liverpool membayar sekitar 34 juta Poundsterling untuk kontrak lima tahun yang dimulai pada musim panas 2016. Nilai kekayaan bersih atau net worth pemain dengan posisi menyerang ini diperkirakan mencapai 8 juta Dolar Amerika.

8. Rendah hati dan pemalu

Dengan popularitas dan kekayaan yang dimiliki, Sadio Mane bisa saja sombong, tidak mau melayani fans, atau mengabaikan jadwal latihan. Namun Sadio Mane memilih menjadi pribadi yang pemalu dan rendah hati.

“Fans menyukai Sadio Mane karena rendah hati dan sangat mudah didekati. Di Liverpool, hal paling buruk adalah saat pemain terlalu ingin pamer dan sombong. Sadio Mane ternyata pribadi yang ramah,” kata siaran podcast John Gibbons dari The Anfield Wrap dikutip dari BBC.

9. Senang belanja di supermarket biasa

Hal lain yang menegaskan karakter positif Sadio Mane adalah tidak segan belanja di supermarket biasa. Fans bisa bertemu, menyapa, hingga bersalaman tanpa khawatir ditolak.

“Dia sedang menggunakan baju tradisional Senegal di sebuah supermarket biasa, saat seorang penggemar minta foto dan menyapa Sadio Mane. Saat itu Sadio Mane tidak segan berdiri dan tersenyum sambil menggendong anak penggemar tersebut,” kata Gibbons

10. Sangat bersyukur bisa bermain sepak bola

Dikutip dari BBC, Sadio Mane sangat bersyukur bisa bermain sepak bola dan berkarir menjadi pemain profesional. Dengan pemikiran tersebut, Sadio Mane tidak komplain saat posisinya digeser ke bagian kiri saat Liverpool mendatangkan Mo Salah. Dia tetap bermain dengan baik dan bekerja sama dengan anggota timnya.

“Hingga saat ini, hari-hari terbaik saya adalah saat bisa bermain sepak bola,” kata Sadio Mane yang jadi pemain Senegal pertama dengan gol di final Liga Champions.

Sumber; sport.detik.com

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719