Prof Rudy Minta Pemkot Makassar Tiru Pemkab Bantaeng Soal Izin Investasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR, JARINGAN INDONESIA – Penjabat Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin meminta Ombudsman Kota Makassar mengawasi pelayanan publik khususnya pelayanan pemerintah daerah terhadap proses perizinan investor agar lebih dipermudah.

Menurutnya, investasi merupakan satu-satunya jalan untuk menumbuhkan ekonomi di suatu daerah. Apalagi Kota Makassar hanya bisa berkembang melaui pariwisata dan investasi. Untuk itu dirinya ingin Kota Makassar ramah terhadap investor.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi satu-satu pertumbuhan ekonomi lewat upaya peningkatan investasi. Banyak invesrtor tidak masuk karena hanya mendapatkan kesulitan dikarenakan pelayanan pemerintah daerah. Ini harus kita perbaiki bersama,” kata Prof Rudy saat menerima kunjungan Ombudsman Kota Makassar di Ruang Rapat Wali Kota Makassar, Rabu (30/9/2020).

Prof Rudy Minta Pemkot Makassar Tiru Pemkab Bantaeng Soal Izin Investasi 2

Prof Rudy menjelaskan bagaimana Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah membangun Kabupaten Bantaeng selama menjabat bupati dua periode. Menurutnya, Bantaeng bisa dijadikan salah satu contoh keberhasilan pemerintah daerah menarik investor.

Terbukti, Kabupaten Bantaeng kini menjadi barometer pembangunan nasional.

“Di Bantaeng, kalau ada investor masuk langsung dikasi karpet merah. Ivestor langsung diberikan kemudahan. Hal-hal menghambat bisa mengurus belakangan. Terbukti saat ini kementerian menyuruh pemerintah daerah belajar ke Bantaneg soal pembangunan ekonomi,” jelasnya.

Prof Rudy Minta Pemkot Makassar Tiru Pemkab Bantaeng Soal Izin Investasi 3

Sementara Ketua Ombudsman Makassar, Andi Ilhwan Patiroy menyetujui keinginan Prof Rudy agar pelayanan yang diberikan kepada ivestor lebih dipermudah lagi. Ia juga melihat, ribetnya administrasi perizinan di Kota Makassar menjadi kendala tumbuhnya investasi.

“Betul kita tidak boleh mempersulit investor. Kalau ada mau masuk, masuk saja dulu silahkan bangun unit usahanya nanti dibelakangan diurus perzinannnya. Kalau izin dipermudah, investor-invesrtor lain pasti berdatangan,” katanya.

Ia juga menambahkan, pihaknya menemui Prof Rudy untuk menyampaikan laporan kinerja Ombudsman Kota Makassar selama periode triwulan 1 dan triwulan kedua sesuai amanah Perwali nomor 2 tahun 2019.

“Di triwulan pertama itu kami banyak berkunjung ke 15 kecamatan untuk menyerap asiprasi masyarakat. Terkait triwulan kedua banyak kita temukan masalah bangunan soal IMB, masalah pembiayaan yang tidak sesuai aturan, dan masalah PPDB,” pungkasnya. (red/JI)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719