Politik ditengah Jerat Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Politik ditengah Jerat Covid-19 Dari Sudut Pandang Kaum Millenial

Oleh : Andi Puji Lestari Ap

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga per tanggal 27 September jumlah kasus positif covid-19 bertambah sebanyak 3.874 menjadi 275.213. Angka yang cukup fantastis dalam kurun 6-7 bulan terakhir. Ditengah angka pasien yang meningkat, banyak masyarakat yang menyayangkan upaya-upaya pemerintah dalam menangani pandemik ini terkesan tidak serius, selain hanya upaya kuratif dan rehabilitatif, tetapi juga tidak sedikit yang terus memberikan semangat dan mendukung pemerintah dalam menyelesaikan kasus ini.

Juga, anggapan bahwa covid-19 merupakan bisnis farmasi atau sekadar alat politisasi berkembang signifikan hingga hari ini. Ada yang memilih percaya, ada juga yang tidak.

Terlepas dari semua asumsi-asumsi yang berkembang, ada satu yang bisa kita pastikan. Keberadaan covid-19 adalah satu kenyataan yang tak terelakkan, apapun penyebab atau latar belakang munculnya virus ini. Covid-19 tlah sejak awal menjadi diskursus internasional.

Salah satu dampak yang paling dirasakan karena keberadaan virus ini adalah adaptasi baru yang tentunya sangat berbeda dari kehidupan kita sebelumnya. Sistem online menjadi alternatif yang hidup secara aktif dimasyarakat, walaupun tentu tidak dirasa seefektif bertemu langsung, setidaknya inilah yang bisa dilakukan untuk menjaga keberlangsungan interaksi dan komunikasi. Baik itu bekerja dari rumah termasuk belajar dari rumah. Namun, perkembangan yang terjadi tampaknya menjadi lebih fleksibel, tidak semencekam saat pertama kali isu ini menyeruak. Adapun dinamika masyarakat seiring waktu menjadi acuh tak acuh terhadap kasus ini. Kita masih mendapati, anak muda atau orang dewasa kerap tak menggunakan masker saat keluar rumah. Perkumpulan-perkumpulan juga tak terhindarkan dari kontak fisik. Tetapi himbauan untuk mengikuti protokol kesehatan terus digaungkan sampai detik ini.

Tuduhan-tuduhan tentang covid-19 sebagai “hal yang disengaja” juga tidak bisa kita jadikan pegangan. Kendati kita bisa saja berasumsi. Tetapi tanpa bukti, nampaknya juga tak pasti. Bagi saya, tidak ada pilihan lain selain mengikuti arahan pemerintah untuk berusaha semaksimal mungkin menekan gerak bebas kita, menjadi dibatasi untuk hal-hal yang tidak mendesak. Tentunya, sambil mencari dan mengikuti perkembangan penelitian atau analisis terkait kasus ini.

Yang menarik bagi saya hari ini, mengapa dalam jerat covid-19, dengan segenap arahan penekanan gerak kita, aktivitas politik justru digelar, bahkan terkesan diburu. Mulai dari pembahasan UU yang banyak menuai polemik hingga pelaksanaan pilkada yang beberapa hari lagi akan dilaksanakan. Apakah begitu urgen untuk menggelar pilkada? apa konsekuensi jika pelaksanaan pilkada tersebut ditunda? Apakah alasan penjaminan hak konstitusional masyarakat untuk memilih dan dipilih itu cukup, sebagaimana yang dikemukakan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD?

Saya sepakat, banyak cara-cara yang bisa diterapkan dalam tahapan-tahapan pilkada dimasa pandemik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dibuat pemerintah, mengingat tidak ada yang bisa memastikan kapan virus ini akan berakhir. Sehingga ada tuntutan untuk berfikir maju dan tetap jalan. Tetapi, yang menggelitik saya, bagaimana dengan hak-hak konstitusional anak-anak dan para pelajar untuk mendapatkan pendidikan yang layak? Tidakkah banyak keluhan betapa pembelajaran online itu tidak efektif? Apakah cara-cara yang bisa diterapkan pada pelaksanaan pilkada itu tidak mampu dipikirkan juga untuk pelaksaan pendidikan yang lebih solutif?

Jika pelaksanaan pilkada adalah jaminan hak konstitusional, apakah hak konstitusional hanya soal pilkada saja? Mungkin ini yang bisa saya renungkan.(JI/rls)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719