Polda Sulsel dan Masyarakat Bersatu Mencari Solusi Melawan COVID-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Dr. H. Abdul Wahid, M.A. – Dosen  Agama  Islam  STIE Tri Dharma Nusantara Makassar

JARINGAN INDONESIA – Kita sepakat bahwa tidak ada satupun di antara kita yang menghendaki kondisi bangsa seperti saat ini, dimana tatanan kehidupan kita berubah drastis akibat dari penyebaran virus Covid-19 yang tengah melanda dunia termasuk Indonesia. Kota Makassar adalah salah satu kota terbesar di Wilayah Timur Indonesia dan kini telah dikategorikan sebagai salah satu episentrum penyebaran virus Covid-19 di Indonesia bahkan masuk kategori zona merah, hingga saat ini dinamika dan pergerakan virus ini tampaknya belum surut melanda kota Makassar dan sekitarnya, tak heran membuat semua kalangan mulai khawatir akan kondisi ini.

Kekhawatiran ini misalnya datang  dari Kapolda Sulawesi Selatan (Irjen Pol Mas Guntur Laupe), sehingga beberapa hari lalu beliau membuat sebuah video singkat kemudian disebar ke publik yang isinya berupa himbauan kepada masyarakat kota Makassar dan sekitarnya agar tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.  Tidak hanya itu, pada tanggal 3 Juni 2020, Kapolda Sulsel memimpin langsung patroli berskala besar bersama jajaran Polrestabes Makassar, gelar patroli ini dilakukan di sejumlah Wilayah di Kota Makassar untuk menghimbau masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Apa yang dilakukan oleh Kapolda Sulsel dan jajarannya adalah sebagai salah satu solusi untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di tengah masyarakat kota Makassar, sehingga perlu kita apresiasi. Sejak awal datanganya pandemi global hingga saat ini,  Polri lebih khusus Polda Sulsel bersama instansi terkait tidak pernah kendor semangatnya untuk turut andil dalam memutus rantai penyebaran virus ini di tengah masyarakat, dengan melakukan sosialisasi, pengamanan hingga penegakan hukum jika diperlukan demi terwujudnya kamtibmas di tengah masyarakat, apa lagi seiring dengan peringatan HUT Bhayangkara ke-74  yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2020 beberapa hari lalu mengusung sebuah tema, “Kamtibmas Kondusif Masyarakat Semakin Produktif”, tema ini sangat aktual karena sesuai dengan kondisi bangsa saat ini yang sedang dilanda pandemi virus.

Di sisi lain, sejauh yang kita amati hingga saat ini, masih ada sebahagian masyarakat kota Makassar yang masih sangat rendah tingkat kesadarannya terhadap bahaya penularan virus yang amat mematikan ini, hal ini terlihat masih banyaknya masyarakat yang tidak menggunakan masker pada saat ia keluar rumah terutama di tempat-tempat kerumunan orang seperti pasar dan kafe-kafe. Hal ini tentu sangat kita sayangkan, sebab kondisi ini tidak hanya dapat membahayakan jiwa dari mereka yang tidak menggunakan masker melainkan dapat mengancam jiwa orang lain yang ada di sekitarnya, sebab sebagaimana diketahui salah satu cara penularan virus ini adalah melalui droplet (percikan air liur) manusia.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), penyebaran lewat droplet terjadi ketika ada orang sakit yang batuk atau bersin sehingga mengeluarkan percikan cairan atau droplet. Apabila percikan cairan tersebut memasuki mata, mulut, atau hidung orang yang sehat, orang tersebut dapat tertular. Penyebaran droplet biasanya sejauh satu meter disinilah perlunya mengenakan masker dan physical distancing (jaga jarak) dengan orang lain.

Fenomena dan ancaman virus Covid-19 yang melanda dunia pada umumnya dan Indonesia khususnya tidak bisa diprediksi kapan berakhirnya, untuk itu jika kita sebagai masyarakat tidak disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, maka akan dikhawatirkan bahwa keberadaan virus ini di tengah masyarakat semakin sulit hilang dan bukan saja itu, akan dapat mengakibatkan kepunahan massal di tengah kehidupan manusia.

Di kota Makassar sendiri, mungkin hampir setiap hari ada yang meninggal akibat dari virus Covid-19, maka hal ini sangat berbahaya jika kita tidak segera menemukan solusinya. Dan salah satu solusi yang paling sederhana hingga saat ini adalah masyarakat dituntut disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungannya masing-masing terutama disiplin dalam menggunakan masker dan rajin cuci tangan dengan sabun dan lain sebagainya.  Sikap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan seperti ini  adalah salah upaya untuk mencegah agar tidak menimbulkan bahaya kepada diri sendiri dan orang lain, sebagaimana pesan agama “Janganlah membuat bahaya kepada diri sendiri dan orang lain”. (HR. Baihaqi dan Hakim).

Dalam kasus yang lain juga kita tidak berhenti berharap agar ke depan tidak ada lagi peristiwa seperti pada beberapa waktu lalu, dimana ada sekelompok oknum masyarakat yang mengambil paksa jenazah keluarganya di sejumlah rumah sakit di Makassar, padahal jenazah tersebut terkonfirmasi positif virus Covid-19. Perbuatan mengambil paksa jenazah seperti ini tidak hanya melanggar hukum, tapi juga dapat membahayakan kesehatan mereka dan keluarga jenazah dari penularan Covid-19.

Untuk itu, langkah yang paling bijak adalah sebagai masyarakat mutlak adanya untuk mematuhi himbauan pemerintah agar tetap mematuhi protokol kesehatan, serta tidak lupa berdo’a kepada Allah Swt. semoga bangsa kita segera terbebas dari pandemi global ini. [bhy]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719