Peserta Ijtima yang Meninggal Bukan Karena Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

GOWA, JARINGAN INDONESIA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memastikan peserta Ijtima Zona Asia 2020, Sukardi (65) yang meninggal dunia pada Jumat (20/3) lalu bukan disebabkan Covid-19.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dr Salahuddin berdasarkan hasil pemeriksaan darah yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. Hasilnya menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan darah tersebut tidak menunjukkan adanya tanda-tanda infeksi karena virus.

” Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa leukosit atau darah putihnya normal dan limfosit tinggi. Sehingga ditarik kesimpulan tidak ada tanda-tanda terinfeksi virus.Jika terinfeksi virus tanda-tandanya biasa darah putihnya (leukosit) tinggi namun ini rendah. Begitupun limfositnya akan dibawah standar normal bukan diatas,” ujar dr Salahuddin saat dihubungi via telepon Sabtu (28/3/20) siang.

Sementara untuk pemeriksaan PCR tidak dapat dilakukan karena sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengambil swap (cairan). Pengambilan swap tidak bisa dilakukan karena mulut jenazah tidak bisa terbuka.

“Swapnya itu kan harus buka mulut dengan hidungnya. Jadi dia hanya sempat diambil darahnya dan darahnya juga sangat terbatas hanya mempu didapat itu setengah CC,” kata dr Salahuddin.

Hasil lab ini setidaknya mendukung hasil pemeriksaan sebelumnya yang menganggap bahwa korban meninggal akibat serangan jantung. Karena sebelum meninggal korban tidak memiliki gejala-gejala yang mengarah kepada covid-19.

“Memang arahnya ke sana (jantung) karena riwayatnya memang sebelumnya itu dia selalu nyeri dada dan ada riwayat dari keluarganya menurut temannya itu ada sakit jantung . Juga tidak ada riwayat demamnya dan tidak ada batuk, yang ada nyeri dada dan riwayat hipertensi,” jelasnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kombespol dr. Farid Amansyah SPPD saat ditemui di lokasi pelaksanaan Ijtima Zona Asia di Desa Nirannuang Kecamatan Bontomarannu, Jumat (20/3) lalu. Menurutnya korban meninggal di duga akibat penyakit jantung karena tidak ditemukan tanda-tanda Covid-19.

“Sebelum shalat dhuhur beliau sempat terjatuh dan sebelumnya memang ada riwayat itu sakit jantung. Sehingga memang kalau tidak dilakukan autopsi kita perkirakan meninggal karena jantung dan beliau sudah berumur 65 tahun sehingga kemungkinan memang meninggal karena itu (jantung),” ujarnya. (Ryn)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719