Pemprov Hadirkan Tempat Isterahat di Jeneponto dan Sidrap

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tempat istirahat atau dikenal sebagai rest area adalah tempat beristirahat sejenak untuk melepaskan kelelahan, kejenuhan. Tempat isterahat ini dilengkapi toilet, mushollah dan klinik kesehatan, dan tempat makan.

Rest area ini juga diperuntukan kepada para pendatang dari luar daerah yang melintas di lokasi rest area, seperti para pengemudi, penumpang.

Rencananya proyek pembangunan rest area kembali dilanjutkan pada tahun ini. Sebelumnya, anggaran rest area di Kabupaten Jeneponto dan Sidrap sendiri dikembalikan ke pusat lantaran OPD terkait tidak mengerjakan proyek tersebut.

Sebanyak Rp323 miliar yang dikucurankan pusat. Padahal RS regional milik pemerintah provinsi juga akan dibangun menggunakan anggaran tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Rudy Djamaluddin, mengatakan, kendala yang dihadapi untuk pembangunan rest area tersebut dikarenakan tidak adanya lahan. Padahal terkait kejelasan lahan menjadi urusan pemerintah daerah dimana harus ada penyerahan lebih dulu oleh pemilik wilayah.

“Rest area kita sudah belajar banyak dari tahun lalu, bahwa itu lahan menjadi suatu yang kadang kala jadi permasalahan,” ucap Rudy, Kamis (23/1).

Disamping itu, rest area yang berlokasi di Kabupaten Jeneponto dan Sidrap menurut Rudy sudah siap, tidak ada kendala lagi. Fokus pada tahun ini untuk kedua program Gubernur tersebut yakni mengerjakan tahapan demi tahapan, yakni tahap satu dan dua.

Dijelaskan Rudy, bahwa pemerintah ingin memaksimalkan anggaran APBD untuk program-program prioritas. “Jeneponto dan Sidrap itu sudah oke. Sekarang tahap finalisasi, karena ini kan ada penahapan, istilahnya kita bangun tahap satu dan dua. Yang prioritas jauh lebih besar dibanding anggaran APBD yang ada,” jelasnya.

Terkait anggaran yang dibutuhkan untuk proyek ini, jelas Rudy sebesar Rp12 miliar untuk tahap pertama. Sementara total keseluruhan untuk satu rest area ialah Rp32 miliar.

Meski begitu, Rudi mengakui adanya keterlambatan pada proyek-proyek rest area ini. Dimana rencana rest area ini akan dibangun sebanyak 10 bangunan.

Diketahui, sebelumnya proyek rest arae ini sudah tayang melalui LPSE (Sistem Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah melalui Elektronik) pada 2019 lalu, namun ditarik tiba-tiba oleh tim Pokja lantaran tidak adanya kejelasan lahan.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah, menegaskan jika proyek rest area dan RS Regional akan di redesain. Sebab toilet di rest area juga dibutuhkan. Khususnya untuk toilet di jalan poros menuju area wisata.

Pembangunan toilet, kata Nurdin, juga akan memudahkan wisatawan dalam kunjungan ke obyek destinasi yang ada di Sulsel. Nurdin menegaskan, bahwa Sulsel memiliki potensi wisata yang besar khususnya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Oleh karenanya dibutuhkan penunjang, seperti akses jalan yang memadai, toilet dan lainnya. Menurutnya banyak sektor pariwisata yang menjanjikan jika infrastruktur pendukungnya dibangun.(nug) Sumber: beritakotamakassar.fajar.co.id

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719