Pembatalan RUU HIP Adalah Harga Mati

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Muh.ikbal S,Ag,SH,MH
Deklarator Gerakan pengawal maklumat MUI (GPM MUI)

JARINGAN INDONESIA – Drama turgi politik up normal dimasa pandemi covid 19 masih terus terjadi dinegeri yg kita cintai ini datang silih berganti dan sangat menyedot energi bangsa besar ini untuk bangkit dari keterpurukan.

Para politisi kita yg notabene menjadi wakil rakyat berlomba-lomba membuat keputusan dan kesepakatan yang tak jarang memantik kontroversi dan kegaduhan publik,hal ini dapat kita lihat antara lain pada pengesahan perppu nomor 1 tahun 2020, RUU OMNIBUSLAW, RUU MINERBA dan yg paling anyar adalah RUU HIP saat ini sudah mulai mendapat protes dan penolakan dari ormas ormas islam, RUU ini secara vulgar dan telanjang berorientasi pada pergeseran ideologi negara yakni ideologi pancasila yang berdasarkan ketuhanan yang maha esa menuju ideologi sekuler dan atheis, kata ikbal yang juga aktifis angkatan muda muhammadiyah sulsel ini.

Sila pertama pada pancasila adalah dasar negara yang lahir dari kesepakatan bersama para pendiri bangsa adalah solusi dari kebuntuan penerapan piagam jakarta sebagai manifestasi dari pengorbanan dan keikhlasan ummat islam terhadap eksistensi negara kesatuan republik indonesia yang harus kita pertahankan hingga tetes darah terakhir,lanjut ketua Barisan ganyang komunis indonesia sulsel

RUU HIP selain sebagai sinyal kekuatan kelompok kiri di parlemen juga merupakan jawaban bagi kelompok kelompok yang selama ini abai,acuh dan bahkan secara terang-terangan menolak akan issu keberadaan faham new komunisme dinegeri ini pada hal kita ketahui bersama bahwa komunis adalah bahaya laten yang setiap saat bisa muncul kembali.

Bahaya dis integrasi bangsa yang sangat nyata bila mana RUU HIP ini ditetapkan menjadi sebuah UU sebab RUU ini adalah bentuk distorsi substansi dan makna nilai-nilai pancasila yang termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945,apa lagi dengan adanya upaya memeras pancasila menjadi trisila dan eka sila yang menempatkan ketuhanan dibawa derajat kemanusiaan dan kebudayaan merupakan bukti nyata upaya pengaburan dan penyimpangan makna dari pancasila itu sendiri serta secara terselubung ingin mengaburkan sila pertama yang telah dikukuhkan dengan pasal 29 ayat 1 UUD 1945 serta mendegradasi peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,terang ikbal yang juga alumni LEMHANAS KEPEMUDAAN di LEMHANAS RI.

Dengan demikian ikhtiar penyusunan RUU HIP sangat patut diduga sebagai bagian dari agenda untuk menghidupkan kembali faham komunis di negeri berpenduduk mayoritas muslim di samping penganut agama lainnya dan tidak ada alasan sedikit pun bagi ummat beragama untuk tidak bersama sama menguatkan barisan untuk berjuang secara kolektif menolak RUU HIP,mencabut RUU HIP dari prolegnas serta membubarkan PANJA RUU HIP  yang tidak relevan dengan dasar dan ideologi negara,himbau ikbal ketua forum ukhuwah islamiyah sulsel (FUIS) [aas,ji]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719