Foto: Elite Readers

Pandemik Virus Corona Membuat Bumi Bergetar Lebih Rendah dari Biasanya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Seismolog sekarang mendeteksi tremor yang lebih kecil, berkat penerapan lockdown pandemik virus corona.

JARINGAN INDONESIA – Saat negara-negara di dunia ini menerapkan langkah-langkah penguncian atau lockdown ketat untuk mengendalikan penyebaran virus corona, dunia menjadi semakin tidak sibuk. Sebagian besar penerbangan dan perjalanan telah ditangguhkan. Sekolah dan bisnis yang tidak penting juga telah ditutup. Orang-orang didorong untuk tinggal di rumah dan berlatih menjaga jarak sosial (social distancing) setiap kali mereka pergi ke luar.

Penerapan lockdown secara global untuk memerangi penyebaran virus corona tampaknya membuat dunia jauh lebih tenang. Para ilmuwan juga memperhatikannya.

Di India, penerapan lockdown total ini menghasilkan kualitas udara yang lebih baik di beberapa kota yang paling tercemar oleh polusi udara. Dan menurut beberapa ilmuwan, Bumi juga bergetar lebih rendah dari biasanya.

Seismolog melaporkan getaran yang dihasilkan kendaraan lebih rendah setelah pandemik virus corona dan karena itu, kerak atas planet Bumi ini bergerak lebih sedikit.

Pandemik Virus Corona Membuat Bumi Bergetar Lebih Rendah dari Biasanya 2

Melansir CNN, ahli geologi dan seismolog Thomas Lecocq telah berbagi bahwa Brussels, ibu kota Belgia, mengalami 30% hingga 50% lebih sedikit kebisingan seismik ambient sejak pertengahan Maret 2020, mirip dengan apa yang terjadi setiap kali Hari Natal tiba.

Menurut Lecocq, tren baru ini memungkinkan mereka untuk mendeteksi dan merekam getaran yang lebih kecil dengan lebih mudah — yang tidak mungkin terjadi sebaliknya.

Sementara itu, seismolog lainnya, Paula Koelemeijer, membagikan grafik online yang menunjukkan bagaimana kebisingan juga turun secara signifikan di London Barat setelah penguncian atau lockdownkarena virus corona yang diterapkan pemerintah.

Hal yang sama dapat dikatakan di beberapa daerah di Amerika Serikat seperti yang dijelaskan oleh Andy Frassetto, seismolog untuk Lembaga Penelitian Seismologi Incorporated di Washington DC.

“Kamu akan mendapatkan sinyal dengan noise lebih sedikit di bagian atas, memungkinkan kamu untuk menghasilkan informasi lebih banyak dari peristiwa itu,” katanya.

Lecocq, di sisi lain, menunjukkan bahwa tren ini benar-benar mendorong tidak hanya untuk bidang pekerjaan mereka, tetapi lebih banyak orang melakukan yang terbaik untuk memerangi penyakit akibat virus corona ini.

“Dari sudut pandang seismologis, kita dapat memotivasi orang untuk mengatakan,” Baiklah, semuanya. Kamu merasa seperti sendirian di rumah, tetapi kami bisa memberitahumu bahwa semua orang berada di rumah. Setiap orang melakukan hal yang sama. Semua orang menghormati aturan,” katanya. [cakapcakap.com]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719