Muhyiddin Yassin/Net

Ogah Disebut Pengkhianat, PM Muhyiddin: Saya Maju Demi Menyelamatkan Malaysia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGAN INDONESIA – Muhyiddin Yassin resmi mengemban jabatan baru sebagai Perdana Menteri Malaysia setelah diambil sumpah akhir pekan kemarin.

Muhyiddin mengawali hari pertamanya berkantor sebagai perdana menteri dengan Di hari pertamanya berkantor dengan menepis tudingan miring yang dilayangkan padanya.

Dalam pidato perdananya sebagai perdana menteri, Muhyiddin membantah tuduhan yang menyebut bahwa dia adalah seorang pengkhianat.

Muhyiddin menegaskan, dia melangkah maju menjadi perdana menteri demi menyelamatkan situasi, karena kandidat perdana menteri lainnya tidak memiliki dukungan mayoritas di parlemen Malaysia.

Dia juga menegaskan janji untuk membangun pemerintahan yang bersih yang memiliki integritas dan bebas dari korupsi. “Saya tahu ada orang yang marah pada saya. Seperti yang diperkirakan, ada beberapa tempat tertentu yang menyebut saya pengkhianat,” kata Muhyiddin.

“Dengarkan baik-baik. Saya bukan pengkhianat. Hati nurani saya jelas bahwa saya di sini untuk menyelamatkan negara dari kekacauan yang berkelanjutan,” sambungnya, seperti dimuat Channel News Asia.

Untuk diketahui bahwa dilantiknya Muhyiddin sebagai perdana menteri dilakukan setelah perebutan kekuasaan selama seminggu yang terjadi di Putrajaya. Hal itu dipicu oleh pengunduran diri Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh.

Ditengah kekisruhan politik tersebut, Muhyiddin yang juga merupakan presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) membawa partainya keluar dari koalisi yang berkuasa saat itu, Pakatan Harapan untuk bergabung dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu, Parti Islam Se-Malaysia dan beberapa partai politik lainnya.

Istana kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa raja telah menemukan bahwa Muhyiddin kemungkinan memiliki dukungan mayoritas Anggota Parlemen.

Namun hal tersebut diperdebatkan oleh Mahathir, yang mengklaim bahwa dia memiliki suara mayoritas dan menyerukan agar parlemen duduk lebih awal sehingga anggota parlemen dapat mengungkapkan secara resmi apakah mereka mendukung Muhyiddin atau tidak.

Namun Muhyiddin mengatakan bahwa bahwa dia tidak pernah berharap untuk mengemban jabatan perdana menteri.

“Saya telah mengambil waktu untuk berpikir secara mendalam sebelum membuat keputusan. Pilihan apa yang saya miliki? Untuk terus mendukung Mahathir yang tidak memiliki dukungan mayoritas atau menerima pencalonan sebagai perdana menteri?” sambungnya. (Sumber: rmol.id)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719