Merawat Budaya, Tinggalkan Egosentris Kedaerahan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Pangadakkang atau Pangngaderreng adalah sistem pranata sosial yang berisi kitab undang-undang dasar tertinggi orang Bugis Makassar yang mengakar dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar.

Sistem ini mengatur hampir di seluruh aspek kehidupan. Mulai dari adat-istiadat, politik, agama, sosial dan hukum.

MAKASSAR, JARINGAN INDONESIA – Bazart Budaya Pa’rimpunganta yang diadakan di Cafe Etika Studio Tamalate Mappala Kecaamatan Rappocini, dalam rangka merawat Budaya dan mengenyahkan egosentris kedaerahan dikalangan generasi milenial yang masih cinta akan nilai-nilai luhur Sulawesi Selatan. Nilai kejujuran, kepemimpinan, sirik na pacce atau kehormatan, nilai persatuan dan gotong royong, serta nilai usaha dan kerja keras.

Pangadakkang dalam kehidupan masyarakat Makassar berpatokan pada ikatan siri’na pacce.

Siri’ secara harfiah berarti malu, merupakan nilai simbolik sebagai martabat dan harga diri manusia, sementara pacce secara harfiah berarti pedih adalah rasa solidaritas yang tinggi.

Dalam segala aktifitas tingkah lakunya orang Makassar selalu bersandarkan pada siri’na pacce yang merupakan kekuatan dari pangadakkang.

Merawat Budaya, Tinggalkan Egosentris Kedaerahan 2

“Menjaga nilai Pangadakkang atau sikap saling menghargai sesama manusia adalah tujuan kami di kegiatan ini”, ucap Nursalam ketua panitia pelaksana. Sabtu, (15/2/20)

“Kita lihat sendiri hari ini, ditengah peradaban modern yang terlihat semakin menjauhkan esensi keluhuran yang telah ditorehkan peradaban Sulawesi Selatan beradab-abad yang lalu”, lanjut Nursalam.

“Memang tidak bisa kita nafikkan kemajuan teknologi saat ini tapi setidaknya nila-nilai luhur yang pernah di letakkan pendahulu kita, harusnya menjadi dasar kita dalam memaknai kehidupan, wajib kita jaga, kita lestarikan dan implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik sebagai mahluk individu dan mahluk sosial”. Ucapnya.

Merawat Budaya, Tinggalkan Egosentris Kedaerahan 3Nursalam, Ketua Panitia Bazart Budaya Pa’rimpunganta

“Kami ingin meruntuhkan dinding egosentris kedaerahan yang selama ini menjadi problematik antara generasi milenial di beberapa universitas”, lanjutnya.

Egosentris kedaerahan yang selama ini menjadi problematik tersendiri diantara generasi milenial di beberapa Universitas atau Perguruan tinggi yang ada di kota Makassar, juga menjadi perhatian Panitia Bazart Budaya Pa’rimpunganta.

Merawat Budaya, Tinggalkan Egosentris Kedaerahan 4

Menurutnya, “Sebagai representasi masyarakat terpelajar, mestinya malu kalau masih berseteru atas nama daerah, suku atau budaya masing-masing, hal seperti ini mesti kita hilangkan”. Kata Ketua Panita.

Merawat Budaya, Tinggalkan Egosentris Kedaerahan 5

Semoga melalui persamaan simbol, semua akan sadar betapa pentingnya mempertahankan nilai-nilai keluhuran demi mewujudkan generasi milenials yang menjaga budaya, menginplementasikan nilai-nilai adat, fokus terhadap pemajuan Sulawesi Selatan, turut serta dan mengambil peran dalam memajukan Negeri khususnya Sulawesi Selatan tanpa dibayangi oleh isu sara egosentris kedaerahan. Ucapnya. (op)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719