Menanti Format Pilkada Makassar di Tengah COVID-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Dr. H. Abdul Wahid, MA.
Muballigh dan Dosen Agama Islam STIE Tri Dharma Nusantara Makassar

JARINGAN INDONESIA – Belajar dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, salah satu menu obrolan masyarakat  yang paling menarik selama ini adalah masalah politik, tapi tampaknya tahun ini berbeda, di mana masyarakat pada umumnya lebih memfokuskan perhatian mereka ke masalah fenomena pandemi COVID-19 yang tengah menyerang dunia termasuk kota Makassar.

Namun demikian, sesuai amanah konstitusi dalam waktu dekat, Indonesia akan menyelenggarakan Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2020 di 270 daerah terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota termasuk salah satu di dalamnya kota Makassar.

Kalau kita perhatikan pada jadwal semula, sejatinya Pilkada serentak akan digelar pada tanggal 23 September  2020, namun karena adanya fenomena pandemi COVID-19, kemudian digeser ke tanggal 9 Desember 2020.

Fenomena pandemi COVID-19 telah mengubah rutinitas hampir semua orang yang pada awalnya menghabiskan waktu di luar rumah, kemudian terbalik untuk lebih banyak tinggal di rumah demi menekan penularan COVID-19.

Harapan agar masyarakat seyogyanya tetap tinggal di rumah, sepanjang  tidak ada  hal mendesak yang menyebabkan ia keluar rumah di tengah merebaknya pandemi virus ini adalah pilihan yang lebih baik. Adapun bagi masyarakat yang harus keluar rumah, maka tetap diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan.

Pentingnya tinggal di rumah saat kondisi bahaya di luar rumah ternyata telah diingatkan oleh Allah Swt. dalam firmanNya pada QS. An-Naml[27]:18). “Apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut kepada semut yang lain, hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”.

Ayat di atas adalah kisah raja semut yang memerintahkan anak buahnya agar segera masuk ke sarang (rumahnya), demi menyelamatkan diri dari iring-iringan tentara Nabi Sulaiman yang akan melintas di dekat sarang semut tersebut.

Untuk itu, ayat ini bisa menjadi salah satu dasar sekaligus  spirit bagi umat Islam agar berusaha memaksimalkan diri untuk tetap tinggal di rumah pada saat ada bahaya yang sedang mengancam daerahnya, termasuk saat ini ancaman COVID-19 yang tengah merebak di kota Makassar khususnya.

Pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini akan sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena disamping pelaksanaannya di tengah fenomena pandemi COVID-19,  masyarakat juga menanti format yang paling tepat dari pihak penyelenggara terkait bagaimana teknis pelaksanaan seluruh tahapan pilkada di tengah masih tingginya angka korban yang meninggal dunia akibat virus COVID-19 tersebut khususnya di kota Makassar.

Menurut data yang dikemukakan oleh ketua Gugus Tugas COVID-19 Doni Monardo pada 11 Juli 2020 menyatakan bahwa dari 261 Kabupaten atau kota yang akan menyelenggarakan Pilkada pada tahun 2020, terdapat 40 Kabupaten atau kota yang masuk dalam zona merah COVID-19 termasuk kota Makassar.

Terdapat ada dua pilihan saat ini dimana keduanya sangat penting dalam konteks kelangsungan berbangsa dan bernegara yakni memilih untuk tetap menjalankan proses demokrasi melalui Pilkada  atau memutus rantai penyebaran virus COVID-19 di tengah masyarakat. Keduanya saat ini sama-sama penting dan sangat dibutuhkan oleh republik ini.

Agar keduanya bisa berjalan simetris publik menantikan format Pilkada yang paling tepat saat ini, agar disamping proses pilkada bisa berjalan sesuai ketentuan undang-undang tapi pada saat yang sama, masyarakat juga dapat diminimalisir untuk tidak menjadi korban berikutnya dari virus yang amat mematikan ini.

Jika selama ini ada tahapan pemilu dimana para kontestan diberi waktu untuk menyampaikan program kerjanya lima tahun mendatang ke masyarakat secara langsung, dengan cara mengumpulkan banyak  orang di tempat terbuka, maka mungkin saat ini perlu dicari cara lain tanpa mengurangi kualitas dan subtansi dari proses pemilu yang ada agar masyarakat tidak lagi berkumpul dalam skala besar, demi untuk mematuhi protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Akhirnya harapan kita semua, semoga proses demokrasi di kota Makassar khususnya bisa berjalan dengan baik, aman dan lancar agar masyarakat kota Daeng tetap bisa menjalani kehidupannya dengan aman tanpa ada gangguan kamtibmas.

Hal ini bisa terwujud, apabila seluruh lapisan masyarakat khususnya para kontestan pilkada  turut berkontribusi dalam menjaga kamtibmas di kota Makassar, misalnya dengan cara menghindari kampanye hitam, tidak menyebarkan berita hoax, ujaran kebencian kepada lawan politiknya, tidak menggunakan narasi yang bisa memprovokasi para pendukungnya dan yang tak kalah pentingnya para kontestan  bisa bersinergi dengan jajaran Polda Sulsel untuk bersama-sama menjaga kondisi yang ada, dengan satu prinsip, “jika kita tidak bisa menjaga keamanan, maka paling tidak janganlah melakukan tindakan yang dapat merusak keamanan tersebut”. [bhy]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719