Memprihatinkan, Darwis Butuh Uluran Tangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

LUWU, JARINGAN INDONESIA – MEMPRIHATINKAN. Itulah kata yang mungkin tepat untuk menggambarkan kondisi fisik Bapak Dilham, sapaan Darwis warga Dusun Kalimbubu, Desa Tallang Bulawang, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu.

Deretan tulang di kakinya tampak jelas karena daging yang membungkusnya habis digerogoti penyakit diabetes hingga jari di kelingkingnya sudah tidak ada.

Pria berumur 32 tahun ini bergulat dengan penyakit diabetes yang dideritanya. Praktis selama itu pula Darwis yang berprofesi sebagai pekerja buruh harian ini tak bisa lagi menafkahi keluarganya.

Memprihatinkan, Darwis Butuh Uluran Tangan 2

Darwis dan istrinya Helmi adalah sepasang keluarga yang dikaruniai tiga orang anak hanya mengandalkan penghasilan sebagai pekerja buruh harian memaksa dirinya harus berjuang melawan penyakit ditengah kondisi rumah yang sangat memperihatinkan dan sudah tidak layak. Tampak hanya berdinding pelepah sagu, atap rumbia yang sudah bocor, tanpa WC dan lantai masih beralaskan tanah.

Memprihatinkan, Darwis Butuh Uluran Tangan 3

Ditemui dirumahnya, Selasa (12/5/2020), Darwis mengutarakan keluh kesah kondisi ekonomi keluarganya saat ini dan harapannya ada uluran tangan dari para dermawan.

“Saya hanya buruh harian, jangankan biaya berobat, untuk menutupi kebutuhan keluarga sehari-hari saja saya masih dibantu belas kasih orang dan tetangga. Setiap hari saya berdoa, saya orang susah, cobaan ini harus saya hadapi dengan tegar”, tutur Darwis sambil meneteskan air mata.

Memprihatinkan, Darwis Butuh Uluran Tangan 4

Istrinya Helmi menceritakan, suaminya sempat beberapa kali berobat di rumah sakit menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah.

“pengobatannya harus rutin, yang jadi kendala itu ongkos dari rumah ke rumah sakit yang mahal”, ucapnya.

Memprihatinkan, Darwis Butuh Uluran Tangan 5

Ia menyebut, jarak yang di tempuh juga lumayan jauh dan harus menggunakan ojek motor dengan biaya tidak sedikit untuk bolak balik. Dengan ongkos transportasi yang mahal, ia lebih memilih merawat suaminya dirumah.

“Bukan tidak mau membawa rutin suami periksa ke rumah sakit. Saya dan suami tidak punya uang buat ongkos ojek berdua pulang pergi, buat makan saja kami susah”, ujar Helmi sambil menyeka air mata di pipinya.

Memprihatinkan, Darwis Butuh Uluran Tangan 6

Keluarga Darwis berharap ada bantuan dan uluran tangan dari dermawan agar bisa bertahan hidup di tengah pandemi corona ini dan berharap juga ada tindak lanjut dari pemerintah setelah diambilnya data mereka sebagai calon penerima bantuan BLT dan bedah rumah.

Menurut penelusuran tim jaringanindonesia.com, sampai sekarang keluarga ini belum tersentuh bantuan sosial namun info yang kami terima dari sumber yang enggan disebutkan namanya, diketahui mereka sudah terdaftar sebagai penerima bantuan BLT dan program rehab rumah dari pemerintah, cuman dananya sisa menunggu jadwal pencairan untuk Desa Tallang Bulawang. (Ryn/Zch/JI)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719