Tana Luwu Sulsel

Ma’Burasa’ Jelang Idul Fitri

Ma’Burasa’ Jelang Idul Fitri
66 / 100

JARINGAN INDONESIA – Masyarakat Sulawesi dan Sulawesi Selatan khususnya memiliki tradisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya, jelang hari Idul Fitri. Tradisi bernama Ma’Burasa’ini adalah simbol silaturahmi dan kebersamaan bagi anggota keluarga dan masyarakat Bugis.

Ma’burasa’ adalah istilah dalam bahasa lokal Sulawesi Selatan, yang berarti kegiatan membuat Burasa’. Burasa’ sendiri adalah sebuah kuliner lokal dari suku yang ada di Sulawesi Selatan (Bugis, Luwu), yang terbuat dari beras dicampur santan dan diberi sedikit garam.

Adonan tersebut dibentuk sedemikian rupa dan dibungkus dengan daun pisang, dan diikat dengan pola yang khas. Setelah itu, bungkusan beras tersebut dimasak dengan cara kukus.

Uniknya lagi, kuliner ini adalah salah satu kuliner khas dan wajib ada selama Hari Raya Idul Fitri.

Membuat Burasa’ memakan waktu sekitar 8 jam, dari mempersiapkan bahan hingga mengukusnya. Dalam waktu yang tidak sebentar itu, anggota keluarga bisa saling menjalin hubungan yang erat, dan rasa kekeluargaan semakin terasa.

Lalu bagaimana dengan tradisi ini ditengah pandemi? Ma’Burasa’ akan tetap dilaksanakan dengan memperhatikan kebersihan dan juga batasan, agar tidak mengakibatkan hal negatif ditengah penyebaran virus. Tetapi walaupun demikian, kebersamaan dan kehangatan Ma’Burasa’ bisa tetap terjalin. [aas]

Avatar
About Author

Editorial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *