Legislator DKI Jakarta, Belajar Penanganan Banjir di Gowa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

GOWA, JARINGAN INDONESIA – Sebanyak 7 (tujuh) orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gowa.

Rombongan legislator ini diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis di Kantor Pengendalian Dam Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Kamis (30/1/20)

Perwakilan Komisi E DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad menjelaskan maksud dan menyelesaikan kerja sama untuk silaturahmi sekaligus belajar mengendalikan banjir di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Gowa.

“Pembangunan bendungan ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sementara kita lakukan, strateginya sama tidak hanya dihilir tapi hulunya juga dirapiin sehingga banjir dari hulu ke hilir dapat terselesaikan. Penelitian kami adalah satu-satunya yang kami lakukan dan berikan kami banyak yang diminta ada di Sulsel dalam penanganan banjir, “jelas Idris.

Kehadiran para legislator asal diundang ini hangat Sekda Gowa yang turut didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Iksan Parwangsa dan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Marva Ranla.

Legislator DKI Jakarta, Belajar Penanganan Banjir di Gowa 2

“Bendungan Bili-Bili ini diresmikan pada tahun 1999 disetujui dengan Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) yang menjadi sumber air baku bagi PDAM Gowa dan Makassar. Ini adalah Bendungan Bili-Bili yang diberikan secara penuh sebagai pengendali banjir wilayah Makasar dan Gowa,” jelas Muchlis.

Sekda Gowa juga menjelaskan tentang bencana banjir yang terjadi di Gowa yang lalu diakibatkan luapan sungai Jeneberang karena hujan deras dari hulu sehingga dibutuhkan pintu udara Bendungan Bili-Bili dibuka.

“Kabupaten Gowa memiliki kondisi biologis, geografis, demografis dan sosiografis yang masuk kategori rawan bencana atau kondisi manusia, pada 22 Januari 2019 yang lalu Kabupaten Gowa terjadi bencana banjir yang merendam pemukiman, yang berkaitan dengan korban jiwa dan harta benda lainnya,” jelasnya

Legislator DKI Jakarta, Belajar Penanganan Banjir di Gowa 3

Sementara itu, Marva Ranla, Kabid Penerapan Jaringan Sumber Air BBWSPJ menjelaskan bahwa pihaknya selalu siap siaga 24 jam dalam perjanjian darurat darurat seperti banjir yang terjadi saat hujan, bencana longsor, dan abrasi pantai akibat gelombang tinggi.

“Kondisi Bendungan Bili-bili Kabupaten Gowa selalu kami perbarui statusnya setiap hari untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan kami telah menerima antisipasi kesiapsiagaan tanggap bencana, dengan membuat tim siaga penanggulangan bencana, membuat dan membuka posko-posko,” jelasnya.

Beberapa waktu yang lalu juga Badan Koordinasi Internasional Jepang (JICA) menggabungkan dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel dan BPBD Kabupaten Gowa menggelar Simulasi Peringatan Dini dan Evakuasi Banjir Sungai Jeneberang Gowa untuk dapatimalimal mengambil hukuman Bagaimana cara mengatasi banjir?

(Ryand.JI / rls.)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719