Opini

Kartini Diera Digital

0
Kartini Diera Digital-Jaringan Indonesia
Kartini Diera Digital-Jaringan Indonesia

JARINGAN INDONESIA – Kartini Diera Digital

Kesempatan berkembang yang dimiliki oleh kaum perempuan pada hari ini, sesungguhnya tidak berbeda dengan kaum laki-laki. Hanya saja, belum semua menyadari potensi danmemanfaatkannya dengan maksimal.

Keadilan dan kesetaraan gender di Indonesia dipelopori oleh RA Kartini sejak tahun 1908 telah membuahkan hasil, Dalam kondisi masa kini, ketika perempuan mampu mengambil peran di berbagai bidang, salah satunya politik, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia digital dan inovasi.

Kartini dikenal sebagai wanita yang mempelopori kesetaraan derajat wanita di Indonesia. Hal ini dimulai ketika Kartini merasakan banyaknya diskriminasi yang terjadi pada wanita dimasa itu, dimana beberapa perempuan sama sekali tidak diperbolehkan mengenyam Pendidikan, hilangnya persamaan hak antara Laki-laki maupun Perempuan, yakni menikmati hak dan kesempatan serta tanggung jawab yang sama di semua bidang kehidupan.

Kesetaraan Gender sangat terkait dengan hak-hak perempuan, kesetaraan lahir akibat hadirnya ketidak seimbangan dan ketidak adilan dalam kehidupan terkait hak dan andil Perempuan di berbagai bidang.

Kaum perempuan telah membuktikan potensi dan kemampuannya dalam berbagai bidang, deretan publik figur Perempuan yang mendunia telah membuktikannya, Selandia Baru dipimpin oleh Perdana Menteri perempuan, Jacinda Ardern telah banyak menyita perhatian dunia berkat keberhasilannya dalam menangani berbagai situasi yang terjadi di negaranya.

Yang paling hangat adalah keaktifannya dalam menangani Pandemi Covid-19 sehingga dinilai berhasil keluar dari pase Berbahaya, membawa kebaharuan masyarakatnya dengan cara -cara yang humanis, ramah dan lebih dekat ke berbagai kalangan masyarakat menunjukkan betapa perempuan memiliki potensi yang luar biasa, terutama dalam komunikasi dengan berbagai lapisan.

Di Indonesia, perempuan perlu menyadari potensinya sebagai instrumen yang efektif bagi pendidikan politik. Perempuan atau dalam hal ini ibu, bisa menjadi kunci dalam merumuskan agenda politik, karena kedekatan yang dimiliki dengan anak.

Perempuan dalam hal ini Ibu dapat menjangkau apa yang menjadi perhatian dan aspirasi kaum milenial. Seorang Ibu dapat mencari tahu apa yang jadi concern milenial.

Dipesta rakyat (pilkada serentak) Dua-tiga tahun terakhir isinya debat SARA. Milenial jadi golput, karena politisi gak peduli aspirasi mereka, dan Pendidikan politik dikalangan milenial belum tersentuh.

Dalam hal berinovasi, bahwa inovasi itu bukan berarti menciptakan sesuatu yang baru, tapi siapa yang cepat mengeksekusi. Sebagai bagian dari generasi milenial, jika ada yang mempertanyakan mengapa bisa perempuan bergerak di bidang teknologi adalah karena memang Ia tidak pernah merasa dibedakan.

Ke depan, tantangan bagi perempuan dalam menjalankan peran dan fungsinya di era digital tentu tidak mudah. Peran pendidikan sangat penting dalam menjawab tantangan tersebut. Dalam pesan yang ditulis oleh Kartini kepada Nyonya Van Kool pada Agustus tahun 1900.

“Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan dididik baik-baik. Dan untuk keperluan perempuan itu sendiri, berharaplah kami dengan harapan yang sangat supaya disediakan pelajaran dan pendidikan, karena inilah yang akan membawa bahagia baginya.”

Andi Hatta

BRI Link Gandeng Tiga Platform

Previous article

4 Pejabat Pemokot Makassar Diamankan Polisi, Terkait Kasus Narkoba

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Opini