Jangan Mudah Terprovokasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Dr. H. Abdul Wahid, MA – Akademisi dan Muballigh Makassar

JARINGAN INDONESIA – Seperti yang kita ketahui bahwa diera serba modern seperti saat ini, peran teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari tentunya sangat berpengaruh. Hal ini tidak terlepas dari aktivitas kita yang kerap kali ditunjang dengan teknologi informasi itu sendiri yang mampu menjawab tuntutan pekerjaan yang lebih cepat, mudah, murah dan menghemat waktu, apa lagi di masa pandemi COVID-19 saat ini.

Di antara  masalah yang sulit dibendung saat ini adalah sebaran informasi yang sangat terbuka, cepat dan massif terutama melalui sosial media, sehingga masyarakat pun dengan sangat mudah untuk mengetahui berbagai persoalan terlepas dari informasi tersebut benar atau tidak. Namun yang jelas bahwa begitu banyak masyarakat yang mudah terpengaruh (terprovokasi) dengan isu yang belum tentu benar melalui sebaran informasi di sosial media.

Salah satu pesan agama yakni memerintahkan agar umat Islam tidak boleh mudah terprovokasi apa lagi dengan sesuatu yang belum jelas asal usulnya, kedepankan sikap tabayyun (teliti) sumber kebenarannya.

Begitu banyak pesan berantai di sosial media, terkait beragam isu bagaikan ombak di laut yang  seakan tak pernah surut. Isi pesan ini pun sangat beragam, mulai isu agama, sosial, pendidikan, politik dan yang sering menjadi tranding topik di tengah publik adalah isu  yang berkaitan dengan politik.

Di antara isu politik yang akhir-akhir menjadi perbincangan di sosial media khususnya adalah masalah insiden pembakaran bendera salah satu partai politik yang dilakukan oleh oknum kelompok masyarakat, hal ini kemudian melahirkan reaksi protes dari partai politik yang dibakar benderanya tersebut.

Terlepas dari insiden tersebut, sebaiknya kita sebagai umat dan bangsa tidak mudah terprovokasi, kalaupun ada hal-hal yang dianggap melanggar hukum, akan sangat tepat dan bijak jika kita serahkan kepada aparat keamanan (Polri) untuk menanganinya sesuai dengan aturan yang berlaku, agar tidak melahirkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Bukankah telah menjadi kesepakatan kita bersama bahwa Indonesia adalah negara hukum, artinya semua persoalan yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya mengacu pada koridor hukum yang berlaku di republik ini, pada saat yang sama kita harus menghindari main hakim sendiri agar tidak menimbulkan persoalan baru seperti gangguan kamtibmas dan disintegerasi bangsa.

Main hakim sendiri adalah bagian dari sikap menyerahkan suatu persoalan bukan pada ahlinya (tempatnya), sehingga masalah tersebut bukannya selesai, malah sebaliknya justru menambah masalah, Nabi saw. “Apabila suatu persoalan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran”. (HR. Bukhari).

Dalam konteks bernegara, menyerahkan persoalan kepada bukan ahlinya bisa disepadankan dengan tindakan main hakim sendiri.

Budaya main hakim sendiri tersebut sebenarnya adalah corak dari budaya masyarakat tradisional dan klasik, sehingga tidak perlu dipertahankan oleh masyarakat sekarang yang sudah hidup di era modern dan maju.

Kondisi kamtibmas dalam tatanan kehidupan bermasyarakat tidak hanya tugas dari aparat Kepolisian, tapi tanggungjawab kita semua sebagai bangsa, untuk itulah mari kita bahu-membahu sesama anak bangsa dalam menjaga kamtibmas tersebut, demi terwujudnya lingkungan yang aman dan kondusif, apa lagi di tengah bangsa kita dilanda musibah pandemi COVID-19 yang hingga saat ini belum reda. Sembari kita  berdo’a  semoga bangsa kita selalu aman dan segera pulih seperti sediakala, sehingga kehidupan kita kembali normal. [bhy]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719