Kivlan Zen memakai seragam purnawirawan TNI saat sidang kasus kepemilikan senpi ilegal dan peluru tajam. (Faiq/detikcom)

Jalani Sidang, Kivlan Zen Pakai Seragam Purnawirawan TNI

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Kivlan Zen memakai seragam purnawirawan TNI saat menjalani sidang lanjutan kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Alasannya, Kivlan ingin melawan rekayasa kasus yang menjeratnya.

Jalani Sidang, Kivlan Zen Pakai Seragam Purnawirawan TNI 1

“Ini seragam untuk purnawirawan kalau pakai label putih. Saya memakai ini karena saya direkayasa oleh Wiranto, Luhut, Tito, oleh semua pejabat negara merekayasa,” kata Kivlan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Kivlan Zen merupakan purnawirawan TNI AD yang berpangkat terakhir mayor jenderal. Jabatan terakhir Kivlan adalah Koordinator Staf Ahli KSAD (Koorsahli KSAD).

Menurut Kivlan, kasus itu direkayasa oleh mantan Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan eks Kapolri Tito Karnavian. Kivlan akan membuktikan adanya rekayasa dalam persidangan.

“Demi kehormatan saya, demi almamater saya, demi anak-cucu saya, demi keluarga saya dan demi semuanya. Jadi saya akan buktikan bahwa ini rekayasa dan ada komunikasi mereka merekayasa, terutama Luhut dan Tito. Ada nanti kami buktikan di pengadilan,” jelas dia.

Jalani Sidang, Kivlan Zen Pakai Seragam Purnawirawan TNI 3

Sidang hari ini, Kivlan rencananya akan melanjutkan pembacaan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa. Dia mengaku saat ini kondisinya belum sehat, tapi akan tetap membacakan nota keberatan.

“Belum sehat, tapi karena kehormatan saya juga sehat. Kehormatan dan harga diri saya,” jelas Kivlan.

Jalani Sidang, Kivlan Zen Pakai Seragam Purnawirawan TNI 4

Dalam perkara ini, Kivlan Zen didakwa atas kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Senpi dan peluru dibeli dari sejumlah orang tanpa dilengkapi surat.

Kivlan Zen didakwa dengan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo Pasal 56 ayat (1) KUHP. detik.com

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719