Haris Azhar/Net

Haris Azhar: Tidak Cukup Mundur, Harus Diusut Siapa Di Belakang Belva Devara

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGAN INDONESIA – Polemik Kartu Prakerja yang karena melibatkan Ruangburu, perusahaan yang dipimpin mantan Stafsus Presiden Joko Widodo, Adamas Belva Syah Devara, dipersoalkan pegiat anti korupsi, Haris Azhar.

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation ini mengatakan, mundurnya Belva Devara dari Stafsus Jokowi belumlah cukup. Sebab, keterlibatan perusahaan Ruangguru masih belum diusut.

“Buat kita masyarakat mundur saja tidak cukup. Harus diusut sebenarnya siapa di belakang dia?” ujar Haris Azhar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (25/4).

Selain Kartu Prakerja yang disalurkan untuk masyarakat terdampak virus corona baru (Covid-19), Haris Azhar juga berharap proyek bansos lainnya bisa diusut.

“Sejumlah project raksasa seperti ini harus dibuka, soal dana bantuan pencegahan Covid-19, dana prakerja, ini semua kayaknya bancaan saja,” tegasnya. [rmol]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719