Gabungan Aliansi berbagai Konfederasi, Federasi Buruh dan Organisasi Mahasiswa yang tergabung di dalamnya yakni, FPBN, GSBN, SPN, KAMIPARHO, KSBSI, KSPI, FKUI, PRP, SP PPI, SPM BOMAR, SP DANAMON, FORWA, GRD, LMND EK MAKASSAR, SJPM, KSN, SGBN, KPK, FPE, FSPMI, GRM bersatu melakukan MOGOK DAERAH.

Hari ini, Aksi Demonstrasi Aliansi Tolak RUU CILAKA di Makassar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR, JARINGAN INDONESIA – Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang di canangkan pemerintah dalam rangka menjaga iklim investasi hingga kini masih menjadi perdebatan yang gurih. Sikap aktivis buruh pun kian kritis mengarah kepemerintahan saat ini, seperti halnya gerakan perjuangan aktivis buruh yang tergabung dalam Aliansi Tolak RUU Cilaka untuk terus meneriakkan perjuangan kaum pekerja yang dianggap tidak sesuai dan adil bagi mereka.

Sikap perjuangan buruh demokrasi saat ini, seperti perjuangan perjuangan buruh yang tergabung dalam Aliansi Tolak RUU Cilaka untuk terus-menerus meneriakkan perjuangan buruh yang berhasil belum mendapatkan kesejahteraan.

Menampik isu pengembangan yang terkait dengan Hukum Omnibus CILAKA (Cipta Lapangan Kerja), maka sesuai agenda perjuangan kaum buruh dan menjawab berbagai tudingan yang berjuang perjuangan kaum buruh, maka hari ini, Senin, (20/1/20) Aliansi Tolak RUU Cilaka akan menghadapi aksi demontrasi bersama digabungkan kerja ke Disnaker Provinsi Sulsel dan DPRD Provinsi Sulsel dan mengambil titik kumpul di Kawasan Industri Makassar (KIMA).

Menurut Noval mewakili Federasi Perjuangan Buruh Nasional (FPBN) yang juga bertindak selaku Jenderal Lapangan Aliansi Tolak RUU Cilaka, yaitu aksi melawan massa ini sebagai bentuk kecaman bagi pemerintah yang lebih berpihak kepada investor melalui buruh / pekerja. Di mana, rezim kini semakin menentang Undang-undang tentang formulasi peraturan yang dicanangkan pemerintah lewat UU Omnibus CILAKA ini akan menjadi jalan terjal yang berliku bagi kaum buruh / pekerja.

“Pasalnya beberapa poin yang akan menjadi fokus pada pembahasan yang akan dilakukan DPR RI 20 Januari 2020 yang merugikan kaum Buruh / Pekerja” Ungkap Noval

“Dari data yang terhimpun, kami mendapati beberapa diskusi, tentang Upah, Pekerja Minimum (UMP) akan dikembalikan, Pesangon akan dihapuskan, Tidak ada status kerja tetap, Memperbaiki sosial, dihapuskannya perizinan untuk perusahaan yang melakukan PHK Massal dan PHK Sepihak dan masih banyak lagi, ”tambahnya lagi.

Menurutnya, lewat Omnibus Hukum CILAKA pemerintah menerima investor mengeksploitasi buruh / pekerja. Maka hari ini kami nyatakan secara tegas “MENOLAK OMNIBUS HUKUM CILAKA,” tegas Noval

Aliansi ini tergabung dalam seluruh Konfederasi, Federasi Buruh, dan Organisasi Mahasiswa yang tergabung di dalamnya yaitu, FPBN, GSBN, SPN, KAMIPARHO, KSBSI, KSPI, FKUI, PRP, SP PPI, SPM BOMAR, SP DANAMON, FORWA, GRD, LMND EK MAKASSAR , SJPM, KSN, SGBN, KPK, FPE, FSPMI, GRM bersatu melakukan MOGOK DAERAH dan aksi demontrasi sebagai bentuk kecaman terhadap rezim yang pro investor.
(ZR / Merah)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719