Harapan Masyarakat Kepada Polri di HUT Bhayangkara ke-74

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Dr. H. Abdul Wahid, MA – Dosen dan Muballigh Makassar

JARINGAN INDONESIA – Sangat sulit dibayangkan jika aparat keamanan seperti Polri tidak ada di Indonesia, sudah dapat dipastikan kekacauan akan terjadi dimana-mana, hukum rimba pun akan berlaku di tengah masyarakat, sehingga yang kuat akan memangsa yang lemah dan yang lemah semakin tertindas, hukum pun tidak bisa ditegakkan dan rasa keadilan sulit bisa diwujudkan  di dalam kehidupan masyarakat.

Menginjak usianya yang ke-74 tahun, kinerja Polri banyak dipuji berbagai kalangan karena dengan loyalitas, dedikasi, serta komitmennya dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, apa lagi saat ini di tengah pandemi COVID-19 masih belum mereda, pelaksanaan Pilkada serentak pun tidak lama lagi digelar termasuk di kota Makassar, situasi ini tentu akan menjadi tantangan baru bagi jajaran Polri khsusnya Polda Sulsel di dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom masyarakat.

Sejenak kita menengok sejarah keberadaan Polri sejak awal dibentuk  pada tanggal 1 Juli 1948, dipersiapkan disamping untuk menegakkan hukum dan juga menjamin kamtibmas di tengah masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa Polri dan masyarakat tidak dapat dipisahkan, sebagaimana masyarakat sangat membutuhkan keamanan itu sendiri. Sejalan dengan waktu ke depan Polri akan dihadapkan dengan tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks demikian juga tuntutan dan harapan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat.

Dalam perjalanannya hubungan antara Polri dan masyarakat terjadi pasang surut yang begitu dinamis, seiring dengan harapan dan dinamika serta perkembangan masyarakat itu sendiri terhadap Polri, disaat ada oknum anggota Polri melakukan tindakan di luar harapan masyarakat atau kesalahan, maka masyarakat pun seakan menaruh rasa “benci” kepada Polri, walaupun yang melakukan kesalahan tersebut hanya segelintir oknum dari anggota Polri, tapi di sisi lain ketika terjadi kriminalitas di tengah masyarakat seperti perampokan, tawuran antar remaja dan lain sebagainya, maka masyarakat akan berteriak mencari anggota Polri yang bertugas di lapangan, maka model ini dapat digambarkan bahwa hubungan antara Polri dan masyarakat terdapat “benci tapi rindu”.

Dalam ilmu tata negara disebutkan bahwa unsur terbentuknya suatu negara ada empat yaitu rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat dan pengakuan dari negara lain, keempat unsur ini terintegrasi satu sama lain, namun dari keempat unsur tersebut yang perlu kita garis bawahi adalah rakyat. Keberadaan rakyat sangat penting bahkan dalam negara demokrasi posisi rakyat memiliki bagian yang paling menentukan, sehingga tidak berlebihan jika ada istilah yang menyatakan “suara rakyat adalah suara Tuhan”, dengan kata lain rakyat memegang kekuasaan tertinggi dalam negara demokrasi.

Salah satu lembaga negara yang sulit dipisahkan dengan kehidupan masyarakat adalah Polri, tanpa bermaksud mengesampingkan institusi atau lembaga lainnya di Indonesia. Hal ini dilatar belakangi oleh karena salah satu kebutuhan yang paling mendasar dari sebuah bangsa adalah stabilitas atau keamanan itu sendiri. Begitu pentingnya stabilitas keamanan di dalam kehidupan manusia, sehingga Nabi Saw. mencontohkan bahwa salah satu do’a yang beliau tidak pernah lupa panjatkan kepada Allah setiap selesai shalat adalah do’a sapu jagad, Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina ‘azda bannar”, Yaa Allah berikan aku kehidupan dunia yang aman dan akhirat yang aman serta jauhkan aku dari siksa api neraka”. (QS. al-Baqarah: 201).

Dari do’a ini menggambarkan  betapa kebutuhan yang paling urgen bagi manusia di atas yang lainnya adalah keamanan dalam pengertian luas. Misalnya aman tubuhnya dari gangguan penyakit, aman dari kemiskinan, aman dari bahaya yang mengancam keselamatan diri dan keluarganya dan begitu seterusnya, hal ini sejalan dengan pesan Nabi Saw. “Barangsiapa yang merasa aman tinggal di rumahnya, tubuhnya sehat dan ekonominya cukup, maka seakan dunia telah dukuasainya”. (HR. Tirmidzi).

Keberadaan Polri dalam kapasitasnya menjaga keamanan di dalam negeri akan terus dibutuhkan oleh masyarakat selama-lamanya, seiring dengan kebutuhan manusia akan keamanan dalam lingkungan hidupnya. Untuk itulah hubungan Polri dan masyarakat bagaikan sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta, di dalam perjalanan cintanya kadang terjadi ada rasa benci walau akhirnya kembali saling merindukan dan mencintai.

Menyongsong HUT Bhayangkara ke 74 tahun 2020 ini, masyarakat tidak lupa menaruh harapan besar kepada Polri semoga ke depan semakin profesional dalam menjalankan tugasnya, bisa bersinergi dengan semua komponen bangsa dan tentu lebih dicintai oleh masyarakat Indonesia. #Selamat hari Bhayangkara ke-74, 1 Juli 2020, semoga Polri ke depan jaya terus dalam menjaga keamanan di seluruh wilayah NKRI. [bhy]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719