News Sulsel

GPM MUI dan Lintas Agama Menolak RUU HIP

GPM MUI dan Lintas Agama Menolak RUU HIP
62 / 100

GPM MUI Bersama Lintas Ormas, OKP dan Lintas Agama kompak menolak RUU HIP

MAKASSAR, JARINGAN INDONESIA – Gerakan pengawal maklumat MUI (GPM MUI) menjadi tuan rumah bagi 35 lembaga dan ormas Islam, Nasionalis, organisasi kepemudaan dan dua tokoh agama yg mewakili agama hindu dan protestan, Jumat (19/6/2020).

“Kegiatan ini mencerminkan kebinekaan dan nilai toleransi tinggi yang sangat luar biasa, semua bergandengan tangan tanpa sekat dan perbedaan” ucap Ikbal deklarator GPM MUI.

“Para utusan lembaga maupun agama hadir bersama dengan satu tekad yang sama yakni menjaga kemurnian pancasila dan tetap tegaknya NKRI dari ide-ide jahil dan sarkastis ingin mengganggu dasar ideologi negara yang sudah final dan menjadi konsensus nasional sebagai karya terindah para pendiri bangsa” lanjut Ikbal.

“Pembacaan pernyataan sikap secara bersama-sama sekaligus doa bersama lintas agama untuk mengetuk pintu langit serta nurani para penguasa agar tidak seenaknya membuat hal-hal yang kontra produktif dengan keadaan negeri kita yang sedang terpuruk dengan defisit APBN yang semakin dalam dan membahayakan kelangsungan hidup bangsa ini” tegas Ikbal.

GPM MUI dan Lintas Agama Menolak RUU HIP 1

“Adapun strong poin dari GMP MUI adalah menuntut pembatalan RUU HIP, mencabut RUU tersebut serta membubarkan PANJA RUU HIP, menghentikan segala bentuk perbuatan yang bisa mendistorsi dan menggradasi nilai-nilai ketuhanan yang terdapat pada sila pertama pancasila dan yang terkahir adalah melarang orang asing yang berfaham komunis atau atheis untuk berdomisili di negeri ini baik sebagai pekerja (TKA) maupun kegiatan lainnya, olehnya itu seluruh ormas, OKP dan tokoh yang mewakili agama sepakat menjadikan GMP MUI sebagai wadah perjuangan untuk menuntut pemerintah menghentikan secara keseluruhan proses pembahasan RUU HIP dalam tempo sesingkat-singkatnya” tutup Ikbal(JI/HT)

Avatar
About Author

Editorial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *