Fajar Dani: Tatanan Hidup Normal Baru Masih Tahap Kajian

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

LUWU, JARINGAN INDONESIA – Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Covid-19 Luwu melakukan kajian dalam menghadapi tatanan normal baru produktif dan aman sebagai upaya mengahadapi dampak pandemi Covid-19.

“Kondisi yang kita alami saat ini memunculkan sebuah istilah kondisi normal yang baru,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Luwu, AKBP Fajar Dani Susanto, dalam pertemuan dengan Pengurus Masjid Agung dan Masjid Raya Al-Islah Belopa, Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Luwu, tokoh agama, Camat se-Luwu dan tokoh masyarakat, Minggu, (31/5/20) di Tribun Lapangan Andi Djemma Belopa.

Menurut Fajar, dengan kondisi tersebut sehingga masyarakat harus hidup berdampingan dengan ancaman virus corona. Itu sebagai upaya mengembalikan aktivitas kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan pada kondisi normal yang disebut dengan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Dikatakan Kapolres Luwu ini, Tatanan Hidup Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 secara resmi akan diberlakukan pada tanggal 7 Juni 2020.

“Selang waktu seminggu dari sekarang. Untuk itu kita manfaatkan untuk melakukan evaluasi dan kajian untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kita dalam menghadapi kondisi ke depan. Kajian-kajian yang perlu kita lakukan adalah bagaimana upaya untuk memperketat pergerakan manusia dari luar Luwu yang mungkin menjadi kurir virus,” paparnya.

Selain itu, memperketat penerapan protokol kesehatan. Olehnya perlu ditentukan beberapa kawasan dan lokasi fasilitas umum sebagai zona wajib menggunakan masker dan mempertimbangkan pemberian sanksi bagi masyarakat yang melanggar.

“Strategi dalam memperketat pengawasan orang yang keluar masuk Luwu antaralain mengevaluasi dan melakukan perbaikan-perbaikan pada pos batas wilayah. Serta mengoptimalkan peran dari masyarakat terutama di tingkat dusun, desa dan kecamatan untuk melaporkan setiap ada pendatang di wilayahnya,” urai Fajar.

Kajian lainnya, lanjut Dani yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan sarana cuci tangan pada fasilitas umum, masjid dan pusat perbelanjaan seperti di pasar dan toko.

“Selama seminggu ke depan akan kita evaluasi semua yang terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan. Jadi tidak serta merta kita langsung menerapkan tatanan hidup normal baru. Tetapi perlu ada persiapan dan kajian. Yang paling utama adalah kerjasama dan kesadaran masyarakat dalam membantu memutus mata rantai penularan Covid-19,” sebutnya.

Rapat tersebut, sebagai upaya menindaklanjuti Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19.

Pedoman ini berlaku bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kementerian dalam negeri dan pemerintahan daerah.

Turut hadir dalam rapat, Kepala BPBD, Rahman Mandaria, Sekretaris dinas Kesehatan, dr Rosnawari Basir, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Amang Usman, Kepala Badan Kesbangpol, H Alim Bahcry, Direktur RSUD Batara Guru, dr. Daud Mustakim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Luwu, H Jufri dan Dandramil Belopa, Kapten CBA Marthen Luther. [rd/jp,sr]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719