NasionalKesehatanEkonomi BisnisPolitik

Ekonomi Hancur Rakyat Babak Belur, Yang Dibutuhkan Bukan New Normal Tapi New Leader

0
Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS), Edy Mulyadi/Net

JARINGAN INDONESIA – Banyaknya pasien positif virus corona baru (Covid-19) hingga menimbulkan korban jiwa di Indonesia menandakan pemerintah tidak mampu.

“Ekonomi hancur lebur, rakyat makin babak belur. Bendera putih pun dikibarkan,” kata aktivis dakwah, Edy Mulyadi, Jumat (29/5).

Alih-alih menuntaskan virus yang berasal dari Wuhan, China ini, pemerintah justru seakan sibuk mengotak-atik narasi dan diksi untuk menenangkan masyarakat.

“Pemerintah minta rakyat hidup berdamai dengan Covid-19. Lalu narasinya diubah jadi kompromi dengan corona, sekarang ada lagi, new normal,” kritik Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS) ini.

Beragam narasi tersebut sejauh ini tak sejalan dengan kurva penyebaran Covid-19 yang masih terus bertambah. Oleh karenanya, Edy Mulyadi menilai saat ini Indonesia tak butuh new normal atau melonggarkan PSBB dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Yang rakyat butuhkan sekarang bukan new normal, tapi new leader. Jangan biarkan kapal besar ini karam diamuk badai karena nakhoda sama sekali tak kompeten,” tandasnya. [rmol]

Disisi lain King Purwa  juga mengkritik melalui akun witternya mengatakan “New Normal bisa dilakukan kalo sudah New President, karena Presiden yang sekarang New Sahin, Iya gak sich?”

https://twitter.com/k1ngpurw4/status/1266242950113026049?s=21

Inilah Poseidon, “Senjata Nuklir Hari Kiamat” Milik Rusia yang Siap Diuji Coba

Previous article

Jokowi Disindir Fadli Zon Sebagai Duta Mal Indonesia, Ini Kata Istana

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional