Dianggap Membebani Masyarakat, Wahyu Napeng Tolak Pinjaman Rp. 187 M

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

LUWU, JARINGAN INDONESIA — legislator fraksi PAN DPRD Luwu, Wahyu Napeng, menolak rencana Pinjaman Rp. 187 M, oleh tim anggaran Pemerintah Kabupaten Luwu.

“Saya tetap menolak rencana pinjaman daerah yang diajukan eksekutif Pemkab Luwu karena sangat jelas membebani masyarakat nantinya” tegas Wahyu Napeng. Saat expose kali ketiga rencana pinjaman tim anggaran Pemkab Luwu diruang musyawarah Kantor DPRD Luwu Senin (17/2/20).

dirinya bersinyalir jika pinjaman di sepakati, kondisi APBD akan terbebani dengan pembayaran bunga dan pokok utang.

“untuk pengembalian pinjaman ini otomatis PAD akan digenjot, dan nantinya masyarakat akan terbebani, maka pasti untuk pembayaran pajak dan retribusi pun akan dinaikkan” tandasnya

adapun 10 rencana kegiatan yang dimaksud diantaranya Pembangunan jalan beton ruas Rante Balla-Beunma-Pantilang sebesar Rp30 miliar sepanjang 20 kilometer dengan lebar jalan 5 meter, pembangunan jalan beton ruas Ilan Baru Uru-Lempe Pasang sebesar Rp.15 miliar sepanjang 7,5 kilometer.

Kemudian pembangunan jalan aspal ruas Rante Alang-Muhajirin sebesar Rp6 miliar sepanjang 3 kilometer, pembangunan jalan beton ruas Bonelemo Barat-Balutan sebesar Rp16 miliar sepanjang 8 kilometer.

Selanjutnya pengaspalan jalan ruas Rante Damai-Lamasi Pantai sebesar Rp. 8 Miliar sepanjang 5,3 kilometer, pembangunan jalan aspal ruas Parekaju-Tampumia sebesar Rp. 12,250 Miliar sepanjang 7 kilometer.

Selanjutnya, pembangunan jalan beton ruas Binturu-Bukit Sutra sebesar Rp. 7,665 Miliar sepanjang 4,38 kilometer, pembangunan jalan aspal ruang Cilallang-Sumabu sebesar Rp. 10 Miliar panjang 5,7 kilometer, serta pengaspalan jalan ruas Lamasi-To’lemo sebesar Rp. 7 Miliar sepanjang 4,6 kilometer.

sementara itu Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali mengatakan, ekspose rencana pinjaman daerah itu tidak untuk mengambil sebuah keputusan, karena lembaga legislatif akan menggelar forum tersendiri.

“kita aka meminta pendapat angota DPRD Luwu melalui fraksi-fraksi yang ada di parlemen” ucapnya

“ada wacana yang berkembang dalam forum ekspose, meminta pengurangan pinjaman daerah sebesar Rp. 75 Miliar menjadi Rp. 112 Miliar saja namun ini baru sebatas wacana” tambahnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719