Nasional Kesehatan

COVID-19: Selain Jakarta, Inilah Wilayah Sebaran Lain Virus Corona di Indonesia

COVID-19: Selain Jakarta, Inilah Wilayah Sebaran Lain Virus Corona di Indonesia
64 / 100

JARINGAN INDONESIA – Hingga Sabtu, 14 Maret 2020, jumlah kasus infeksi virus corona di Indonesia yang diumumkan oleh pemerintah adalah sebanyak 96 atau bertambah 27 kasus dari sehari sebelumnya.

Selain di Jakarta, virus ini diketahui telah menyebar ke wilayah lain di Indonesia dari hasil tracingyang tengah dilakukan oleh pemerintah. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan kasus COVID-19, Achmad Yurianto, di Gedung BNPB Jakarta Timur.

“Sebarannya sekarang sudah melebar di Jakarta, di sekitar DKI Jakarta termasuk Bandung, Tangerang, Jawa Tengah (Solo dan Yogyakarta), Bali, Manado, Pontianak, dan beberapa tempat lain yang sedang kita tracing karena belum ditemukan posisi yang sebenarnya,” kata Yuri, Sabtu, 14 Maret 2020, seperti dikutip dari VIVA.

Lebih lanjut Yuri mengatakan bahwa, setelah melakukan tracing dan melihat sebaran virus corona ini, pemerintah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease-2019 [COVID-19], yang mana, Gugus Tugas ini akan melakukan strategi pendekatan komunitas untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona di Tanah Air.

“Strategi kita lakukan strategi pendekatan komunitas, kita tidak lagi bicara kepada orang yang sakit, tapi ke orang sehat jangan sampai sakit. Oleh karena itu percepatan penanganan COVID-19 adalah menjaga yang sehat jangan sampai sakit,” jelas Yuri.

Yuri melanjutkan, strategi harus diawali dengan memutus penularan, karena penyakit ini menular dari orang yang positif.

“Maka harus dilakukan kegiatan masif dengan menggerakkan semua komponen tanpa panik untuk mencari, menemukan, dan mengisolasi kasus positif,” kata dia.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri juga mulai meninjau kembali pembatasan Warga Negara Asing dari negara yang telah mengumumkan lockdown untuk datang ke Indonesia. Di samping itu, sinergi masing-masing daerah juga diperlukan untuk melaksanakan pengawasan dengan ketat terkait virus ini.

“Data (kasus virus corona) akan dirilis di website ini (Kemenkes) akan di hyperlink BNPB, pemerintah daerah, sehingga dengan cara itu kita memiliki perkembangan ini dengan baik,” jelas Yurianto.

Sementara itu, menurut data global yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University’s Center of Systems Science and Engineering, sekitar 5.400 di antaranya meninggal karena COVID-19. Sementara itu, 71.694 orang pulih dari penyakit tersebut hingga Sabtu, 14 Maret 2020. (cakapcakap.com)

Avatar
About Author

Editorial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *