FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

Corona Berpotensi Lampaui SARS

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

WUHAN – Angka kematian yang dipicu oleh pecahnya wabah virus Corona di Wuhan, pada Sabtu (8/2), setidaknya telah mencapai angka 722 jiwa. Seperti dilaporkan Bloomberg, angka itu mulai mendekati kasus severe acute respiratory syndrome (SARS), beberapa tahun silam.

Tidak hanya itu. Daya sebar yang dimiliki virus yang sementara ini dinamakan 2019-nCoV itu jauh lebih cepat dibandingkan SARS, yang muncul antara 2002-2003, dan membunuh sebanyak 774 nyawa.

Studi yang dirilis jurnal American Medical Association, yang mempelajari kondisi 138 pasien di RS Zhongnan milik Universitas Wuhan, daya tular yang dimiliki oleh salah satu jenis dari keluarga virus corona itu terbilang luar biasa.

Banyak kasus pneumonia, salah satu gejala dari infeksi jenis virus ini, terbatas pada ruang lingkup RS Zhongnan. Sebanyak 41 persennya disebabkan oleh penularan virus antar manusia satu dan lainnya. Dari situ, ditemukan sekitar 40 tenaga medis profesional dan 17 pasien yang terdampak dalam prosesnya.

Dari total 138 pasien yang ditangani di rumah sakit tersebut, selama studi ini berlangsung, 26 persen di antara mereka memerlukan perawatan intensif. Sebanyak 4,3 persen berujung kematian. Hanya 47 pasien, atau sekitar sepertiga dari keseluruhan pasien yang rawat, diperbolehkan pulang oleh rumah sakit.

Sementara menurut laporan terbarunya, angka kematian di Provinsi Hubei, Cina, yang disebabkan Corona dikabarkan telah mencapai 81 jiwa. Jumlah sesungguhnya diperkirakan akan jauh lebih besar, jika digabungkan dengan beberapa kasus kematian yang tidak dilaporkan.

Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan siap menawarkan USD 100 juta untuk membantu Cina dan negara-negara lain yang terdampak. Adapun  bantuan yang dimaksudkan adalah dalam bentuk 17 ton suplai masker, sarung tangan, alat bantu pernapasan, serta beberapa keperluan lainnya. Ini guna mendukung upaya kemanusiaan memerangi dampak yang disebabkan oleh virus, yang diduga berasal dari kelelawar tersebut.

Terkait wabah ini, World Healh Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia, mengimbau masyarakat untuk lebih kritis menghadapi kondisi saat ini. Kebiasaan mencuci tangan, juga cara bernapas yang higienis. Seperti menutup mulut saat batuk dan bersin dengan tangan. Jika mengalami demam, batuk dan gangguan pernapasan, segere memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit.(ruf/fin/rh)

Sumber: fin.co.id

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719