Catat! Ini Bantuan Sosial Yang Baru Dari Pemerintah Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGAN INDONESIA – Pemerintah telah memutuskan beberapa kebijakan bantuan sosial (bansos) yang baru untuk menghadapi pandemi Covid-19 di tanah air.

Hal itu sebagaimana disampaikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo seperti dilansir Sekertaris Kabinet (Setkab), Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/4).

Sedikitnya, ada enam keputusan bantuan sosial yang totalnya jika dijumlahkan mencapai Rp 57,66 triliun rupiah.

Pertama, bantuan khusus sembako dari pemerintah pusat untuk masyarakat di DKI Jakarta. Dialokasikan untuk 2,6 juta jiwa atau 12 juta kepala keluarga, dengan besaran Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan.

“Anggaran yang dialokasikan Rp 2,2 triliun,” ujar Jokowi.

Kedua, sambungnya, bantuan sembako untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Diberikan kepada 1,6 juta jiwa atau 576 ribu KK, sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan. Dengan total anggaran Rp 1 triliun.

Ketiga, bantuan sosial tunai untuk masyarakat di luar Jabodetabek, diberikan kepada 9 juta KK yang tidak menerima Bansos Program Keluarga Harapan (PKH), maupun Bansos Sembako, sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan.

Total anggaran yang disiapkan adalah Rp 16,2 triliun.

Kemudian, dana desa segera dialokasikan untuk bantuan sosial di desa, diberikan kepada kurang lebih 10 juta keluarga, dengan besaran Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan. Total anggaran yang disiapkan adalah Rp 21 triliun.

Selanjutnya, penguatan program padat karya tunai di kementerian-kementerian. Ada Kemendes dengan Program Padat Karya Tunai Desa, targetnya 59 ribu tenaga kerja.

Kemen PUPR dengan Program Padat Karya Tunai, targetnya 530 ribu tenaga kerja, dengan total nilai kurang lebih Rp 10,2 triliun. Lainnya ada di Kementan, Kemen KKP, serta Kemenhub. Total anggarannya yakni Rp 16,9 triliun.

Terakhir, program keselamatan oleh Polri, semacam program kartu prakerja, yang mengombinasikan bantuan sosial dan pelatihan.

Targetnya 197 ribu pengemudi taksi, sopir bus, truk, dan kernet, akan diberikan insentif Rp600.000 per bulan selama 3 bulan.

“Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 360 miliar,” demikian Jokowi. (Rmol, gelora.co)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719