FOTO: FASIAL R SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

Buru Aliran Dana Jiwasraya di Luar Negeri, Kejagung Koordinasi ke PPATK

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kediaman dua tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Heru Hidayat dan Harry Prasetyo kembali digeledah tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung. Penggeledahan untuk mencari berkas atau dokumen terkait perkara yang merugikan negara Rp 13,7 Triliun itu.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan tim penyidik bersama tim BPK RI dan menggeledah dua lokasi. Pertama rumah tersangka Heru Hidayat yang beralamat di Perumahan Intercon Kebun Jeruk Blok E.2 No. 1 Kelurahan Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Yang kedua di rumah tersangka Harry Prasetyo di jalan Wedelia Blok G7 No.6 Paris Residence Puspita Loka Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang. “Jadi penggeledahan guna kepentingan pendidikan,” ujar Hari di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (23/1).

Selain penggeledahan, lanjut Hari, penyidik berkoordinasi dengan Biro Hukum Kejaksaan Agung dan PPATK. Ini dilakukan untuk menganalisa transaksi keuangan di luar negeri. “Kami koordinasi untuk blokir tambahan ke BPN Kota/Kabupaten terkait hasil sitaan berupa sejumlah Sertifikat Hak Milik atau HGB,” jelasnya.

Terkait pemeriksaan, penyidik juga terus memanggil sejumlah pihak. Baikl saksi maupun ahli. Kemarin, lanjut Hari, penyidik memeriksa lima saksi. Yakni Agung T, selaku nominee saham grup tersangka Benny Tjokrosapoetro. Kemudian Accounting & Finance Manager di PT Trada Alam Minerba Tbk Ahmad Subahan.

Selanjutnya, Nominee saham grup tersangka Benny Tjokrosapoetro, Dwi Nugroho. Lalu Teddy Tjokrosapoetro selaku Direktur Utama PT Rimo International Lestari Tbk dan Joko Hartono Tirto, marketing Division PT Inti Agri Resources Tbk. “Dari kelima saksi tersebut, 4 saksi merupakan pemeriksaan perdana. Sedangkan 1 orang saksi atas nama Joko Hartono merupakan pemeriksaan lanjutan. Karena pemeriksaan sebelumnya belum selesai dan masih ada keterangan yang diperlukan,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengatakan pelacakan aliran dana nantinya akan mengungkap dugaan korupsi Jiwasraya dilakukan secara bersama-sama. “Jadi kemana saja aliran dananya akan ketahuan. Siapa saja yang ikut menikmati uang korupsi itu,” kata Boyamin di Jakarta.

Menurutnya, jika perhitungan kerugian negara mencapai Rp 13,7 triliun, maka sulit untuk dibantah jika korupsi Jiwasraya hanya melibatkan jajaran mantan direksi atau petinggi PT Asuransi Jiwasraya. “Ini kasus korupsi terbesar angkanya. Apa mungkin korupsi tidak melibatkan banyak pihak,” jelasnya.

Dia menegaskan untuk melacak aliran dana hasil dugaan korupsi Jiwasraya, Kejaksaan Agung perlu menggandeng PPATK. “Berdasarkan temuan PPATK terdapat aliran uang yang tidak lazim kepada seseorang atau badan,” imbuhnya. Tak hanya itu, penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung juga bisa menerapkan pasal pencuian uang kepada para tersangka. “Jadi kalau menerapkan pasal ini, tersangka bisa bertambah,” bebernya.

Sebelumnya, penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung telah menyita 1.400 sertifikat bidang tanah dari para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan tim penyidik masih terus melakukan penelusuran aset-aset milik tersangka yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Penyitaan dan penggeledahan merupakan tindakan awal dan akan terus dilakukan penyidik.

Sumber: fin.co.id

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719