Foto: Dok. Puspenkum Kejagung/Alan Jhon.

Berkas 3 Tersangka Jiwasraya Diteliti

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Kejaksaan Agung menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka adalah mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim, mantan direktur keuangan dan investasi Jiwasraya, Hary Prasetyo, dan bekas Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan. Selain itu, juga turut membantu Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat.

JARINGAN INDONESIA – Tim penyidik ​​kejahatan khusus Kejaksaan Agung telah melimpahkan berkas perkara tiga dari enam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya ke tim jaksa penuntut umum (JPU). Masih ada penelitian perkara.

Ketiganya adalah Hendrisman Rahim (mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya), Harry Prasetyo (mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya) dan Syahmirwan (mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya).

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono mengatakan berkas perkara hingga kini masih dalam tahap penelitian oleh penuntut umum. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah file perkara telah memenuhi persyaratan dan materi atau belum. “Tunggu nanti hasil dari penuntut umum. Waktunya 14 hari sejak waku diterima dari penyidik. Sekarang masih membahas, ”kata Ali di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (13/3).

Nanti, tim penuntut umum paling lama 14 hari akan diberikan kepada tim penyidik lengkap (P21) atau belum. “Nanti jika ada kekurangannya bagi penyidik untuk melengkapi. Jika tidak ada yang langsung dinyatakan P21. Kemudian diminum dua baru dilimpahkan pengadilan untuk disidangkan, ”imbuhnya. Penyidik, lanjutnya, juga masih melakukan pengembangan dengan memperbolehkan pihak yang diizinkan terkait perkara ini. “Belum ada tersangka baru,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Penyelidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febri Adriansyah mengatakan penyidik ​​hingga saat ini masih dapat digunakan serta dapat diakses dengan aset milik para tersangka. Ini untuk dipertimbangkan, kerugian negara berdasarkan perhitungan BPK RI sebesar Rp16,81 triliun. Hingga saat ini aset tersangka yang sudah disita mencapai Rp13,1 triliun. “Memang belum mencukupi untuk mengurangi kerugian negara. Karena itu, penelusuran aset tim masih mencari aset-aset para tersangka untuk dilakukan penyitaan, ”ujar Febri.

Namun, Febri enggan membeberkan aset-aset dari tersangka siapa saja yang akan disita. Selain itu, upaya lain juga dilakukan dengan bantuan Tim Pusat Pemulihan Aset (TPA). Mengabaikan akun para tersangka di luar negeri.

Seperti diakui, Kejagung dalam kasus Jiwasraya telah ditolak enam tersangka. Mereka adalah Hendrisman Rahim (mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya), Harry Prasetyo (mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya) dan Syahmirwan (mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya).

Tiga tersangka lainnya Benny Tjokrosaputro (Komisaris PT Hanson Internasional), Heru Hidayat (Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk) dan Joko Hartomo Tirto (Direktur PT Maxima Integra). (Sumber: fin.co.id)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719