Berita Hoax, Ancaman di Tengah Wabah Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Dr. H. Abdul Wahid, MA
(Muballigh & Dosen Agama Islam STIE Tri Dharma Nusantara Makassar)

JARINGAN INDONESIA – Di tengah masih tingginya angka korban akibat dari virus Covid-19 khususnya di kota Makassar, namun salah satu masalah yang sering membayang-bayangi masyarakat adalah terkait penyebaran berita hoax. Berita hoax ini seakan benalu di tengah masyarakat di era digital saat ini.  Informasi yang tidak benar terkait Covid-19 ini tersebar luas di tengah masyarakat melalui media sosial seperti group-group WA dan FB, sehingga akibatnya cukup signifikan membuat masyarakat resah dan terprovokasi oleh berbagai isu yang tidak benar.

Pengambilan paksa jenazah di beberapa rumah sakit sepekan terakhir di sejumlah daerah di Indonesia termasuk di Makassar, sangat mungkin terjadi karena dipengaruhi oleh pesan yang tidak benar yang tersebar secara berantai melalui media sosial di tengah masyarakat, serta masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap bahaya yang akan ditimbulkan oleh virus Covid-19, kurangnya pemahaman ini kemudian membuat sebahagian masyarakat mudah terprovokasi dari isu yang belum tentu benar (hoax), kalaupun mereka sudah mengetahui terkait virus Covid-19, mungkin selama ini berasal dari sosial media atau dari mulut ke mulut sehingga tidak utuh, namun belum pernah mendapatkan penjelasan detail dari pihak yang berwenang baik dari pemerintah maupun tim kesehatan di lapangan, di sinilah pentingnya komunikasi yang baik antara pihak rumah sakit, tim kesehatan dengan keluarga korban, agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan, sehingga hal serupa tidak terjadi dihari mendatang.

Media sosial ibarat dua sisi mata uang yang berbeda, di satu sisi sangat menguntungkan masyarakat, sebab dengannya masyarakat akan semakin mudah berkomunikasi dan memperoleh informasi namun disi sisi lain media sosial akan mendatangkan mudharat jika kita sebagai masyarakat tidak bijak dalam menggunakan media sosial tersebut.

Media sosial saat ini di tengah penyebaran virus Covid-19, dianggap satu-satunya sarana komunikasi yang  paling tepat yang dapat digunakan oleh masyarakat tanpa harus bersentuhan fisik secara langsung, sesuai protokoler kesehatan bahwa untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut, maka masyarakat dituntut menerapkan jaga jarak.

Penyebaran berita hoax melalui media sosial di masa pandemi Covid-19, memang sangat beragam di antaranya dalam sepekan terakhir ini beredar isu bahwa rumah sakit di kota Makassar sudah mulai kewalahan dalam menangani pasien Covid-19, padahal informasi ini sama sekali tidak benar demikian bantahan yang disampaikan oleh Pakar Epidemiologi dan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin menjadi narasumber pada Ngobrol Virtual (Ngovi) Tribun Timur, Senin (15/6/2020). Selanjutnya beberapa waktu yang lalu beredar di media sosial bahwa sekertaris daerah provinsi Sulawesi Selatan telah terpapar virus corona, padahal yang demikian ini tidak benar demikian bantahan langsung dari Gubernur Sulawesi Selatan.

Terlepas dari semua itu yang perlu kita cermati  bahwa berita hoax masih menjadi ancaman bagi masyarakat di tengah keseriusan pemerintah dalam menangani penularan virus Covid-19. Untuk itu sebagai masyarakat yang menhendaki agar tidak semakin memperburuk kondisi saat ini, seharusnya berupaya untuk berhati-hati di dalam menerima dan menyebar informasi kepada sesama, apa lagi informasi tersebut  meragukan atau tidak benar (hoax), dan berupaya untuk tabayun (mengecek) kebenaran sebuah informasi kepada pihak yang berwenang di antaranya aparat Polda Sulawesi Selatan terdekat dari lingkungan kita masing-masing, hal yang demikian sejalan dengan perintah al-Qur’an pada surah  al-Hujarat: 6.

Penegakan hukum yang dilakukan oleh jajaran Polda Sulawesi Selatan kepada oknum masyarakat yang gemar menyebar berita hoax tidak akan efektif, manakala masyarakat tidak memiliki kesadaran bahwa apa yang mereka lakukan tersebut dapat membahayakan kondisi masyarakat yang tengah brerduka akibat virus mematikan ini.

Berita hoax tidak hanya melanggar hukum positif yang berlaku di republik ini, namun lebih dari itu dilihat dari tinjauan agama, berita hoax  bagian dari fitnah dan gibah yang kesemuanya merupakan salah satu dosa besar di sisi Allah Swt. dan dampaknya jauh lebih kejam dari pembunuhan (QS. al-Baqarah:191) dan gibah merupakan salah satu perbuatan dosa yang amat dibenci oleh Allah Swt.  sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an, Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah dari kebanyakan prasangka, karena sebagiannya adalah dosa, dan janganlah kamu mencari kesalahan orang lain, dan jangan kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah kalian suka memakan daging saudara kalian yang sudah mati?…. (QS. Al-Hujurat: 12).

Dengan demikian, di tengah bangsa kita sedang mendapatkan musibah seperti saat ini, marilah kita sebagai masyarakat untuk saling bahu-membahu bersama seluruh anak bangsa terkhusus jajaran Polda Sulawesi Selatan untuk bersatu melawan hoax khususnya yang terkait dengan virus Covid-19, agar tidak menambah keresahan di tengah masyarakat, sebagaimana pesan Nabi Saw. “Persatuan mendatangkan rahmat Allah dan perpecahan memicu turunnya murka Allah”. (HR. Ahmad). [aas,ji]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719