Nuklir India/Net

Belanja Militer Dunia Meningkat, China dan India Masuk Dalam Lima Pembelanja Terbesar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGAN INDONESIA – Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) menyebut belanja militer global selama 2019 menunjukkan rekor peningkatan terbesar.

Setidaknya ini adalah rekor terbesar sejak 10 tahun terakhir, berdasarkan penelitian SIPRI, seperti dirilisnya pada laman resmi SIPRI, Senin (27/4).

Lima pembelanja terbesar pada 2019, yang menyumbang 62 persen pengeluaran, adalah Amerika Serikat, China, India, Rusia, dan Arab Saudi.

Masuknya dua negara Asia di antara tiga pembelanja militer teratas menjadi hal yang mengejutkan juga menarik.

“Pengeluaran militer global 7,2 persen lebih tinggi pada 2019 daripada pada 2010, menunjukkan tren bahwa pertumbuhan belanja militer telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” kata Dr Nan Tian, Peneliti SIPRI.

Kenaikan pengeluaran militer ini didorong oleh belanja yang dilakukan Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara dengan anggaran terbesar yakni menghabiskan 732 miliar dolar sepanjang 2019 atau naik 5,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara, China menghabiskan sekitar 261 miliar dolar AS atau naik 5,1 persen dan India 71,1 miliar dolar AS atau naik 6,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain Cina dan India, Jepang dengan angka belanja 47,6 miliar dolar AS  dan Korea Selatan sebesar 43,9 miliar dolar AS adalah pembelanja militer terbesar di Asia dan Oseania. Pengeluaran militer di wilayah ini telah meningkat setiap tahun sejak setidaknya tahun 1989.

“China secara terbuka menyatakan ingin bersaing dengan AS sebagai negara adikuasa militer,” kata Tian, seperti dikutip dari AFP.

Dia melanjutkan, ambisi China di bidang militer ini memengaruhi India, sebagai negara tetangga. India turut mengimbangi sehingga terjadi peningkatan anggaran.

“Ketegangan dan persaingan India dengan Pakistan dan China menjadi pendorong utama peningkatan pengeluaran militernya,” kata Siemon T. Wezeman, Peneliti Senior SIPRI.

Dua negara lain yang masuk lima besar dunia dalam pengeluaran militer adalah Rusia dan Arab Saudi.

Menurut SIPRI, perkembangan penting lainnya adalah Jerman yang menaikkan pengeluaran sebesar 10 persen pada 2019 menjadi 49,3 miliar dolar. Persentase kenaikan pengeluaran militer Jerman dibandingkan tahun 2018 merupakan yang tertinggi dibandingkan negara lain.

Peningkatan pengeluaran Jerman dilatarbelakangi adanya persepsi ancaman dari Rusia.

Untuk tahun 2020, Tian yakin kondisinya akan berbalik dibandingkan 2019 dipicu wabah virus corona. Semua negara, termasuk negara maju, mengalihkan fokus ke penanganan wabah di samping memburuknya kondisi perekonomian.

Pemerintah, kata dia, harus mempertimbangkan pengeluaran militer terhadap sektor lain, seperti perawatan kesehatan dan pendidikan.

“Sangat mungkin bahwa ini benar-benar akan berdampak pada pengeluaran militer,” kata Tian.

Namun berdasarkan fakta sejarah, menurutnya, penurunan belanja  militer tak akan berlangsung lama seperti saat terjadi krisis keuangan pada 2008.

“Kami bisa melihat penurunan pengeluaran 1 hingga 3 tahun dan kemudian naik lagi di tahun-tahun berikutnya,” kata Tian. [rmol.id]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719