Dirut Bulog Budi Waseso (Bisnis.com)

Antisipasi Krisis Beras, Bulog Siapkan Sagu

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Antisipasi Krisis Beras Selama Pandemi Corona, Bulog Siapkan Sagu ”Sagu sebagai bahan cadangan apabila beras mulai langka di pasaran, kami sudah perintahkan kepada jajaran kami untuk membeli sagu untuk kita simpan sebagai cadangan bila beras kurang” Budi Waseso

JARINGAN INDONESIA – Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mengatakan, pihaknya telah menyiapkan antisipasi jika terjadi kekurangan bahan pokok utama, yakni beras.

Dalam hal ini, Bulog telah membeli sagu dari petani sebagai bahan cadangan apabila beras mulai langka di pasaran selama terjadinya pandemik virus corona (Covid-19).

“Perlu kami laporkan untuk mempertahankan ketahanan pangan kita dalam kondisi Covid-19. Kami sudah perintahkan kepada jajaran kami untuk membeli sagu untuk kita simpan sebagai cadangan bila beras kurang,” katanya dalam rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Dia memastikan, sagu ini bisa jadi bahan utama pengganti beras. Kini pihaknya sedang memetakan ketersediaan komoditas sagu di seluruh Indonesia. Ketersediaan sagu ini paling banyak, menurut Budi Waseso, ada di bagian Indonesia Timur.

“Insya Allah kami tidak hanya bicara beras. Kami sudah mulai melirik sagu dan pangan lainnya. Ini sudah kita mulai petakan, terutama di Indonesia bagian timur Papua sehingga drive kami yang ada di wilayah-wilayah produksi satu sudah mulai membeli untuk disimpan dan dijadikan cadangan kebutuhan pangan kita,” jelasnya.

Sebelumnya, Budi Waseso menjelaskan, posisi ketersediaan cadangan beras di Perum Bulog per 17 April 2020 masih terpenuhi sebesar 1.410.940 ton. Terdiri dari stok cadangan beras pemerintah sebesar 1.035.000 ton dan beras komersial sebesar 56.000 ton.

Sementara stok komoditas pangan lainnya per tanggal yang sama, seperti gula di Perum Bulog mencapai 9.675,81 ton dan masih akan terus dilakukan pengadaannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Adapun stok daging kerbau di Perum Bulog dilaporkan sebesar 97,41 ton, minyak goreng 1.148,13 kiloliter, tepung terigu sebanyak 643,92 ton, bawang merah 0,20 ton, bawang putih 29,69 ton, dan telur ayam 79,73 ton. [kompas.com, law-justice.co]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719