Opini

Ambiguitas Pemerintah Dalam Menentukan Skala Prioritas Dimasa Pandemi Covid-19

Ambiguitas Pemerintah Dalam Menentukan Skala Prioritas Dimasa Pandemi Covid-19
54 / 100

JARINGAN INDONESIA – Ambigiutas pemerintah dalam menentukan skala prioritas di masa pandemi covid-19

Kurang lebih setahun wabah virus corona (Covid-19) menjangkit dunia. Di Indonesia telah mendapati kasus 1.243.646 jiwa yang terdeteksi terkena virus tersebut. Berbagai formulasi kebijakan dalam menangani kasus ini untuk menstabilkan ekonomi dan ke persoalan kesehatan kian tak menemukan titik solutif hingga krisis atas vaksin telah hadir menuai mosi tidak percaya di masyakarat.

Berangkat dari kebijakan yang dikeluarkan menuai keambiguan di masyarkat dalam merespon langkah cepat dan tanggap pemerintahan yang kurang cakap. Apalagi, tenaga ahli medis terus berguguran di garis terdepan dalam melaksanakan tanggung jawab profesi tersebut.

Pemerintah dipersepsikan tak memiliki prioritas konkrit dalan situasi yang hadir, antara ekonomi dan kesehatan. Padahal kita ketahui secara seksama virus covid-19 menyerang seluruh elemen kehidupan kita, yaitu; ekonomi, sosial, politik, budaya, dan kesehatan. Apalagi terkait vaksin kurangnya transformasi pengetahuan yang dimunculkan di masyarakat, yang menjadi polemik tersendiri di berbagai kalangan masyarakat terkhusus masyarakat ekonomi ke bawah.

Fokus yang lebih pada tubuh pemerintah dengan meretas kegagapan tersebut yang bersarang di masyarakat ekonomi kebawah menjadi hal yang serius dalam penanganan dan menghentikan penyebaran Covid-19, apalagi aktifitas yang massif banyak dihadirkan oleh kalangan masyakarat ekonomi ke bawah tersebut. Karena banyaknya sektor informal yang menjadi profesi mereka, seperti buruh, wiraswasta dan lain-lannya.

Pentingnya pemerintah menentukan sikap dalam menanggulangi permasalah ini menjadi hal yang urgensi. Langkah taktis dan strategis ialah hal yang patut dirumuskan lewat skala prioritas dari pemerintah dalam melihat situasi yang hadir sekarang.

Penulis : Kemal Pasha

Avatar
About Author

Andi Hatta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *