Ada Tanda Tangan Megawati di Surat PAW PDIP yang Diusut KPK

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Arief Budiman menyebut ada tanda tangan Ketua Umum PDIP  Megawati Soekarnoputri  dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam surat permintaan pergantian antarwaktu (PAW) Harun masiku untuk caleg yang dipilih yang dicari dunia, Nazarudin Kiemas.

Permohonan PAW dari PDIP ini membuat Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditetapkan sebagai tersangka.

PDIP tiga kali meminta nama Harun ke KPU. Arief memeriksa tanda tangan Megawati dan Hasto ada di surat permohonan terakhir yang diminta KPU dalam Rapat Pleno pada Senin (6/1).

“Kalau diminta iya. Sebetulnya kalau surat menyurat administrasi bisa, pokoknya pimpinan partai. Tapi yang terakhir (surat PAW atas nama Harun Nasiku) memang disetujui oleh ketua umum dan sekjen,” kata Arief kepada pengacara di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/10 / 1).

Arief menyampaikan surat itu langsung dibahas dalam Rapat Pleno, Senin (6/1). Kemudian mereka mengirim surat balasan ke PDIP dengan sikap yang sama, yaitu menolak permintaan PAW tersebut.

Dia mengucapkan KPU dengan senang hati dengan berpegang pada Pasal 426 ayat (3) UU Pemilu. Aturan itu memanggil, jika ada caleg diterima, maka posisinya diganti dengan caleg dari partai dan daerah pemilihan yang sama dengan persetujuan suara di urutan berikutnya.

Oleh karena itu, KPU menetapkan Riezky Aprilia dari PDIP sebagai Anggota DPR RI terpilih di daerah pemilihan Sumatera Selatan. Bukan Harun Masikhu seperti yang diinginkan PDIP.

Riezky pun telah menggantikan anggota DPR RI periode 2019-2024 pada 1 Oktober 2019 lalu.

Arief juga menyetujui rapat membahas PAW itu, semua komisioner kompak menolak. Ia juga menyebut Komisioner Wahyu Setiawan tidak memaksakan pendapatnya agar Harun Masikhu yang ditetapkan sebagai PAW.

“Seingat aku ya, untuk  kasus  ini enggak ada pendapat yang berbeda. Cuma kalau aku pendapat apa pendapatnya satu-satu ya enggak inget. Tapi sepanjang yang aku ingat enggak ada yang berbeda,” tuturnya.

CNNIndonesia.com  masih mendukung pihak PDIP terkait dengan hal tersebut.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli, Siregar menjelaskan, Wahyu menerima hadiah terkait dengan penetapan anggota DPR yang dipilih 2019-2024. Ia meminta uang Rp900 juta untuk membantu Harun Masiku sebagai anggota DPR yang meninggal dunia, Nazarudin Kiemas.

Sumber; cnnindonesia.com

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719