AA Gym: Indonesia Semakin Amburadul di Bawah Jokowi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Pemimpin ‘Daarut Tauhid yang berada di Geger Kalong, Bandung, tak lagi memilih sikap terhadap Jokowi. Menurut AA Gym, pemilihan presiden terpilih dengan suara hanya mendukung suara 53 persen, tak bisa memberikan solusi apa pun, karena dia hanya ‘boneka’.

Menurut tokoh yang dikenal dengan ‘Aa Gym alias Abdullah Gymnastiar, lihat Indonesia di bawah Jokowi setelah enam bulan, semakin amboradul. Rakyat semakin mlarat dan terkecik dengan berbagai kenaikan harga.

Pemimpin pesantren Daarut Tauhhid yang menyatakan mempertimbangkannya terhadap kondisi bernegara saat ini. Aa Gym ini menilai, kondisi politik dan penegakan hukum di Indonesia tidak stabil dan rusak dalam enam bulan pertama pemerintahan Jokowi dan JK, katanya Minggu, 17/5/2015

“Banyak partai politik yang pecah. Padahal partai merupakan fondasi untuk membangun negeri. Masyarakat juga pasti merasa KPK semakin lemah,” kata Aa Gym kepada wartawan di Bandung, kemarin.

Menurut AA Gym masalah utama dan menjadi pangkalnya yaitu dua masalah tadi adalah kepemimpinan yang lemah dan tidak mandiri. Tanpa menuding satu pihak, dia memanggil ada kekuasaan besar yang mengendalikan presiden.

“Sekarang memang terasa seperti itu. Tidak ada gebrakan apa pun. Ada penguasa lain yang bermain di belakang presiden. Itu yang membuat presiden kita lemah,” katanya.

Perselisihan antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri jadi sorotan pengasuh Pesantren Daarut Tauhiid ini. Aa Gym melihat fenomena bawahan yang tidak patuh terhadap atasan. Menurutnya hal tersebut tidak akan terjadi jika presiden memiliki kepemimpinan yang kuat.

“Jika presidennya kuat dan memimpin dengan baik, bawahanmya pasti akan mengikuti dengan baik. Membantah, jika pengikutnya membangkang, meminta pemimpinnya yang tidak baik. Itu benar,” kata Aa Gym.

Jadi apa yang bisa diharapkan dari Jokowi? Jokowi oleh Mega disebut sebagai PETUGAS PARTAI, tak akan mampu meminta perintah Mega, dan inilah yang menjadi pangkal yang sebenarnya. Jokowi lakukan perintah atas perintah Mega dan PDIP. Tidak memiliki kemandirian.

Tentu, grup yang paling untung dan nikmati semuanya, termasuk aset dan kekayaan Indonesia di zaman Jokowi, tak lain: CINA! Mengapa Cina dibiarkan menguasai dan menjarah negeri ini?

Sumber; voa-islam.com

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719