Basmin: Petani di Luwu Banyak Miliki Lahan Luas, Tetapi Masih di Garis Kemiskinan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
“Kurangnya edukasi, motivasi serta kepercayaan diri diberikan kepada para petani untuk lebih berkembang” H. Basmin Mattayang

JARINGAN INDONESIA – Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang mengatakan, di Luwu saat ini banyak petani yang memiliki lahan luas, namun kehidupannya masih di garis kemiskinan. Itu disampaikan saat membuka Kegiatan Annual Meeting Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) di aula Kantor Bappelitbangda Luwu, Kamis (2/7/20)

Hal tersebut terjadi kata Basmin, disebabkan kurangnya edukasi, motivasi serta kepercayaan diri diberikan kepada para petani untuk lebih berkembang.

Politisi kondang yang sudah dua kali menjabat Bupati Luwu ini, menekankan para pendamping, penyuluh maupun fasilitator itu harus menjadi garda terdepan dalam memberikan semangat dan motivasi kepada para petani.

Olehnya Bupati Luwu berharap, Sasaran Program READSI adalah petani, termasuk petani miskin yang aktif dan memiliki sumberdaya (termasuk lahan, dan lain-lain) yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan bantuan program READSI,

“Program READSI ini bertujuan memberikan pengetahuan, motivasi untuk lebih berkembang kepada para petani aktif yang nantinya bisa berkelanjutan sebagai ‘agen perubahan’ untuk memotivasi petani lainnya, terutama kelompok miskin untuk memperbaiki penghidupannya,”papar Basmin.

“Kita harus punya wawasan yang kuat dan agresif. Mari kita bangun semangat gotong royong. Banyak hal yang bisa meningkatkan penghasilan per kapita di daerah kita ini, seperti memanfaatkan lahan rumah tangga, untuk manfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam sayur-sayuran, buah dan tanaman apotik hidup,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Albaruddin Andi Picunang melaporkan, pelaksanaan Program READSI telah memasuki tahun kedua dari 5 tahun perencanaan pelaksanaan program.

“Annual Meeting dilaksanakan sebagai forum sikronisasi bagi masing-masing pengelola program baik ditingkat kabupaten, kecamatan hingga ditingkat desa sesuai program yang telah ditetapkan, dimana bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan petani, memberdayakan rumah tangga petani, baik secara kelompok maupun individu. Program READSI telah dilaksanakan di 6 kecamatan dimana masing-masing kecamatan terdiri dari 3 desa yang menjadi Locus program”, kata Albaruddin.

Kegiatan Annual Meeting dirangkaikan pula pemberian bantuan sosial kepada Kelompok Tani Pandoso Campa (Komoditi Padi) senilai Rp60,27 Juta, Kelompok Tani Awal Karya dengan (Komoditi Kakao) senilai Rp125 Juta, Kelompok Tani Salubone II (Komoditi Jagung) senilai Rp60,996 Juta, Kelompok Tani Babang II (Komoditi Cengkeh) senilai Rp18,4 Juta, Kelompok Tani Buntu Sappang (Komoditi Buah-buahan) senilai Rp25 juta dan Kelompok Tani KWT Sakura (Komoditi Pekarangan) senilai Rp25 juta.(jp/asy)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719