Kesehatan Food Dan Travel

7 makanan ‘ekstrem’ di Indonesia

7 makanan ‘ekstrem’ di Indonesia

Sebelum kedatangan Islam, masyarakat di Nusantara dari lapisan sosial bawah sudah biasa mengonsumsi tikus, anjing, dan ular.

Sejarawan makanan Fadly Rahman mengatakan, kurang tepat jika disebut makanan jenis olahan hewan liar ini dengan istilah kuliner ekstrem. Menurutnya, lebih tepat disebut makanan liar.

Fadly mengatakan, sebelum kedatangan Islam, masyarakat di Nusantara dari lapisan sosial bawah sudah biasa mengonsumsi tikus, anjing, ular, dan berbagai hewan yang hidup di hutan lainnya.

Sementara lapisan sosial atas, kata dia, mengonsumsi ikan, ayam, kambing, kerbau, babi hutan, semut, dan anjing.

“Beberapa hewan liar, seperti tokek dan kelelawar, dikonsumsi berbagai kalangan,” ujar staf pengajar jurusan sejarah Universitas Padjadjaran itu saat dihubungi, Kamis (23/1).

Beberapa orang di Indonesia biasa menyantap makanan yang tak lazim. Mereka percaya, makanan tersebut berkashiat.

Artikel ini telah tayang di  www.alinea.id

Infografik makanan ekstrem. Alinea.id/Wahyu Kurniawan.

7 makanan 'ekstrem' di Indonesia 1

Avatar
About Author

Editorial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *