7 makanan ‘ekstrem’ di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Sebelum kedatangan Islam, masyarakat di Nusantara dari lapisan sosial bawah sudah biasa mengonsumsi tikus, anjing, dan ular.

Sejarawan makanan Fadly Rahman mengatakan, kurang tepat jika disebut makanan jenis olahan hewan liar ini dengan istilah kuliner ekstrem. Menurutnya, lebih tepat disebut makanan liar.

Fadly mengatakan, sebelum kedatangan Islam, masyarakat di Nusantara dari lapisan sosial bawah sudah biasa mengonsumsi tikus, anjing, ular, dan berbagai hewan yang hidup di hutan lainnya.

Sementara lapisan sosial atas, kata dia, mengonsumsi ikan, ayam, kambing, kerbau, babi hutan, semut, dan anjing.

“Beberapa hewan liar, seperti tokek dan kelelawar, dikonsumsi berbagai kalangan,” ujar staf pengajar jurusan sejarah Universitas Padjadjaran itu saat dihubungi, Kamis (23/1).

Beberapa orang di Indonesia biasa menyantap makanan yang tak lazim. Mereka percaya, makanan tersebut berkashiat.

Artikel ini telah tayang di  www.alinea.id

Infografik makanan ekstrem. Alinea.id/Wahyu Kurniawan.

7 makanan 'ekstrem' di Indonesia 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719