Bill Gates, orang terkaya di dunia nomor dua ini bilang bahwa kemungkinan tidak sampai musim gugur 2021, Amerika Serikat “bisa sepenuhnya terbebas” dari COVID-19. [Foto: Elite Readers]

Bill Gates Prediksi AS Baru Bebas dari COVID-19 Tahun 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Bill Gates memprediksi bahwa kemungkinan tidak sampai musim gugur 2021, Amerika Serikat “bisa sepenuhnya terbebas” dari COVID-19.

JARINGAN INDONESIA – Bill Gates, founder Microsoft, memprediksi bahwa kemungkinan tidak sampai musim gugur 2021, Amerika Serikat “bisa sepenuhnya terbebas” dari COVID-19. Itu disampaikannya dalam wawancara bersama dengan Judy Woodruff di PBS Newshour, Selasa, 7 April 2020.

Hal Itu karena akan membutuhkan waktu lebih dari setahun sebelum vaksin dapat dikembangkan dan digunakan, menurut para peneliti yang bekerja untuk mengembangkan pengobatan untuk COVID-19.

“Vaksin sangatlah penting, karena sebelum Anda memiliki vaksin, maka semuanya belum akan kembali normal,” ujarnya kepada Judy Woodruff, seperti dilansir dari CNBC, Jumat, 10 April 2020.

Bill Gates yang merupakan orang terkaya di dunia nomor dua ini mengakui bahwa social distancing memang berperan penting dalam menekan angka pasien positif COVID-19. Namun, apabila ingin benar-benar terbebas dari COVID-19, maka diperlukan metode contact tracing yang lebih maksimal dengan menggunakan vaksin.

Bill Gates juga menyarankan pemerintah AS untuk meniru Chinayang sudah mulai bangkit dari terpaan virus corona selama 6 hingga 12 bulan ke depan.

“Mereka [China] mulai memperbolehkan masyarakat bekerja, namun tetap mengenakan masker. Mengecek suhu tubuh. Mereka tidak menggelar kegiatan besar-besaran. Sehingga mereka mampu mencegah wabah virus corona kembali muncul,” tuturnya.

Bill Gates juga merekomendasikan agar perkumpulan kembali diperbolehkan, tergantung dari usia.

“Sehingga kelas dengan 30 orang muda di dalamnya mungkin baik-baik saja,” katanya.

Meski demikian, Bill Gates menekankan agar pelaksanaan kegiatan dengan perkumpulan tetap tidak diberlakukan selama vaksin belum ditemukan.

Seperti diketahui, Amerika Serikat telah mencatatkan kasus positif COVID-19 sebanyak 468.887 orang yang terinfeksi dan 16.697 meninggal dunia, hingga Jumat, 10 April 2020, pukul 11.13 WIB, menurut laporan yang dihimpun oleh Worldometers.

Amerikat Serikat sejauh ini masih menjadi negara dengan kasus virus corona (COVID-19) terbanyak di dunia. Virus yang belum ditemukan vaksin atau obatnya ini telah menyebar ke sekitar 209 negara secara global sejauh ini. [cakapcaka.com]

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami

Tentang Kami

JARINGAN INDONESIA

Mengabarkan Fakta, bukan Hoax

“Portal Jaringan Indonesia, Portal berita berskala nasional mengusung platform berita dan video. Berita mengabarkan berita terbaru dan cepat melalui proses jurnalisme ketat, sementara video memberikan hiburan dan pengetahuan kepada pembaca ”

Kontak

  • Jl. Tamalate IV No. 15 Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Tamalate Kota Makassar
  • jaringanindonesiasatu@gmail.com
  • 081242503719